PCOS Meluas: 26% Wanita Global Terkena, Makanan Cepat Saji
Gambar atau konten salah?
PCOS, atau Polycystic Ovary Syndrome, menjadi topik yang sering dibicarakan di media sosial. Banyak wanita merasa takut karena kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup, terutama ketika menstruasi menjadi tidak teratur.
Menurut laman Kemenkes pada tahun 2024, sekitar 5 hingga 10 persen wanita muda di Indonesia terkena PCOS. Mereka biasanya mengalami siklus haid yang tidak konsisten, pertumbuhan rambut berlebih, dan kista kecil di ovarium. Data ini menunjukkan bahwa PCOS bukan masalah yang jarang terjadi.
Di sisi lain, Colostrum Mother Journal melaporkan bahwa PCOS dapat mempengaruhi hingga 26 persen wanita di seluruh dunia. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, dan penyebab utama yang diidentifikasi adalah perubahan gaya hidup, khususnya konsumsi makanan cepat saji atau junk food.
“Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan gangguan endokrin umum pada wanita usia reproduksi, mempengaruhi 5% hingga 26% wanita di seluruh dunia menunjukkan peningkatan seiring perubahan gaya hidup, termasuk konsumsi makanan cepat saji (junk food),” tulis studi tersebut.
Penelitian lain menegaskan bahwa konsumsi makanan cepat saji lebih dari dua hingga tiga kali seminggu dapat meningkatkan risiko terkena PCOS. “Konsumsi makanan cepat saji ≥2 kali per minggu atau >3 kali per minggu atau secara sering dapat berisiko mengalami PCOS. Konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan disertai pola makan yang tidak teratur menyebabkan fluktuasi kadar glukosa darah dan ketidakseimbangan hormon yang signifikan, sehingga meningkatkan risiko terkena PCOS,” jelas peneliti.
Walaupun penyebab PCOS sangat kompleks, gaya hidup menjadi faktor utama. “Penyebab PCOS dapat terjadi karena berbagai faktor. Salah satu faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap perkembangan PCOS adalah gaya hidup tidak sehat, termasuk konsumsi makanan cepat saji (junk food). Makanan cepat saji umumnya tinggi kalori, lemak jenuh, lemak trans, dan gula sederhana, tetapi rendah serat serta zat gizi mikro esensial,” tulis laporan tersebut.
Pola makan yang tinggi lemak jenuh dan gula sederhana dapat memicu obesitas dan resistensi insulin. “Pola makan seperti konsumsi makanan cepat saji dapat meningkatkan resiko obesitas hingga resistensi insulin. Hal inilah yang juga berperan penting dalam pathogenesis atau perkembangan PCOS,” tambah peneliti.
Resistensi insulin dan obesitas sentral menjadi dua kondisi kunci dalam perkembangan PCOS. “Pola makan seperti ini dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas sentral dan resistensi insulin, dua kondisi yang berperan penting dalam patogenesis PCOS,” ujarnya.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan dapat memicu fluktuasi glukosa darah dan ketidakseimbangan hormon, yang pada akhirnya meningkatkan risiko PCOS. Memperhatikan pola makan, mengurangi frekuensi makanan cepat saji, dan menjaga keseimbangan nutrisi dapat menjadi langkah preventif penting bagi wanita yang ingin mengurangi risiko terkena PCOS.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz