PDIP Surabaya Persiapan 2029 Target Kembali 15 Kursi DPRD
Gambar atau konten salah?
Surabaya, 10 Mei 2026 – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya sedang menyiapkan strategi untuk Pemilu 2029. Fokus utama adalah mengembalikan 15 kursi di DPRD Surabaya, jumlah yang pernah dicapai pada Pemilu 2019. Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan bahwa Surabaya, yang ia sebut “kandang banteng”, harus tetap menjadi kekuatan utama PDIP di tingkat nasional.
Ia mengingatkan bahwa hasil Pemilu 2024, di mana kursi PDIP di DPRD Surabaya turun menjadi 11, harus menjadi bahan evaluasi serius. “Surabaya kategori kuat, tetapi kursinya masih jauh dari harapan. Ini tantangan besar karena Surabaya adalah tempat lahir Bung Karno. Surabaya harus nomor satu. Minimal kembali meraih 15 kursi DPRD pada Pemilu 2029,” kata Deni setelah Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC se‑Surabaya di Grand Empire Palace.
Untuk mencapai target tersebut, DPD PDIP Jawa Timur menekankan pentingnya regenerasi kader. Deni menegaskan bahwa “Minimal 20 % pengurus PAC harus berusia di bawah 35 tahun. Tahun 2029 pemilih Gen Z hampir 60 %. Kalau tidak memberi ruang anak muda, kita akan tertinggal.”
Deni juga menegaskan perlunya disiplin internal. “Tidak ada lagi blok‑blok, tidak ada orang‑orang. Semua adalah orangnya PDI Perjuangan,” tegasnya. Ia menegaskan bahwa setiap kader harus menghindari konflik internal dan penyalahgunaan program bantuan.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Surabaya, Armuji, menyatakan bahwa restrukturisasi kepengurusan PAC adalah hal wajar dalam dinamika organisasi. Ia menekankan bahwa “Ini konsolidasi lima tahunan. Kalau ada restrukturisasi organisasi dalam kepengurusan PAC itu hal biasa. Penekanan kita sekarang, minimal 50 % anak‑anak Gen Z masuk dalam jajaran pengurus.”
Armuji juga mengingatkan seluruh kader agar tidak menyalahgunakan program bantuan partai maupun kekuasaan yang dimiliki. “Saya tidak mau dengar ada pengurus PAC menarik uang rakyat dari program‑program bantuan. Kalau ada bukti, langsung kita evaluasi dan ganti,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya menjaga kekompakan untuk mempertahankan dominasi PDIP di Surabaya.
Wakil Wali Kota Surabaya menegaskan, “Rumus kalah itu tidak ada kalau kita kompak. Kita punya wali kota, wakil wali kota, ketua DPRD, anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kota. Tinggal semangat dan kemauan turun mendengar rakyat.”
Dengan strategi regenerasi dan disiplin internal, PDIP Surabaya berharap dapat kembali menguasai 15 kursi di DPRD pada Pemilu 2029, sekaligus memperkuat posisi partai di tingkat nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
