Pejabat Padang Panjang dan Malang Kunjungi Banyuwangi

Sinta R. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Pejabat Padang Panjang dan Malang Kunjungi Banyuwangi

Gambar atau konten salah?

Banyuwangi, yang dikenal dengan potensi pariwisata dan budayanya, menjadi tempat kunjungan bagi pejabat dari daerah lain. Pada 09 April 2026, Wali Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Hendri Arnis, dan Bupati Malang, M. Sanusi, datang ke Banyuwangi untuk mempelajari cara pengelolaan pariwisata yang telah berkembang.

Kedua pejabat tersebut disambut di kantor Pemkab Banyuwangi oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama jajaran pemerintah kabupaten. Hendri Arnis mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan kedatangan kedua beliau ke Banyuwangi. Ia mengingat kunjungan pertama pada 2011, dan menilai perubahan yang terjadi pada 2026 sangat luar biasa.

“Saya pertama datang tahun 2011, saat ini datang lagi di 2026 perubahannya sudah jauh sekali sangat luar biasa. Karenanya kami ingin mempelajari beberapa hal yang mendorong kemajuan Banyuwangi,” kata Hendri.

Hendri menyoroti pertumbuhan pariwisata Banyuwangi yang, menurutnya, tumbuh dengan pesat. Ia mengapresiasi bagaimana pariwisata berkembang bersamaan dengan penguatan seni budaya lokal. “Kami mengikuti perkembangan Banyuwangi di antaranya lewat media sosial. Kami melihat beragam event seni budaya dan kearifan lokal yang dikemas dengan sangat baik,” ujarnya.

Ia berharap setelah kunjungan ini, jajaran pemerintah daerahnya dapat menjalin koordinasi dan komunikasi dengan OPD di Banyuwangi untuk berbagi pengalaman memajukan daerah. “Kami berharap setelah ini jajaran kami bisa menjalin koordinasi dan komunikasi dengan OPD di Banyuwangi untuk sharing berbagai pengalaman memajukan daerah,” imbuhnya.

Bupati Malang, M. Sanusi, juga mengapresiasi kemajuan pariwisata Banyuwangi. Ia menekankan minatnya untuk belajar alternatif pembiayaan pembangunan yang sudah dilakukan oleh Banyuwangi. “Kami juga ingin belajar berbagai alternatif pembiayaan pembangunan yang telah dilakukan Banyuwangi untuk memajukan daerah,” ujarnya.

Di sisi lain, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa Banyuwangi adalah kabupaten terluas di Jawa Timur dengan 1,7 juta penduduk. Ia menekankan bahwa luas wilayah hampir setara gabungan enam daerah di Surabaya Raya.

“Tantangan itu serta keterbatasan fiskal menuntut kami harus terus berinovasi untuk mengubah tantangan menjadi peluang,” kata Bupati Ipuk. Ia menyoroti strategi pembangunan dengan membuat skala prioritas dan mendesain pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. Fokusnya bukan hanya menarik wisatawan, melainkan juga menggerakkan ekonomi warga dan membuka lapangan kerja.

Ipuk menjelaskan konsep 3A yang diterapkan: aksesibilitas, atraksi, dan amenitas yang terjangkau dan tersedia. Ia bersyukur memiliki warga yang bangga dengan budayanya, sehingga ide pengembangan sangat terhubung dengan masyarakat. “Kami menerapkan konsep 3A, yakni memastikan aksesibilitas, atraksi, dan amenitas yang terjangkau dan tersedia. Kami bersyukur memiliki warga Banyuwangi yang sangat bangga dengan budayanya. Jadi, ide kami sangat nyambung dengan warga,” kata Ipuk.

Di Banyuwangi, seni dan budaya tidak ditinggalkan. Sebaliknya, mereka diangkat dan dikemas menjadi magnet wisata yang semakin menarik. Banyuwangi Festival, agenda wisata utama, menampilkan tradisi dan budaya lokal yang telah mengakar. “Tradisi yang telah hidup turun temurun di warga, kami kemas sedemikian rupa dengan manajemen event kekinian, akhirnya menjadi atraksi yang menarik. Banyak event yang memang digelar atas inisiatif warga, kami mengurasi sedikit agar lebih apik atraksinya,” papar Ipuk.

Hasil kolaborasi dan kerja bersama terlihat pada pertumbuhan ekonomi. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,65 persen, meningkat signifikan dari 4,68 persen pada 2024. Persentase penduduk miskin turun dari 6,54 persen di 2024 menjadi 6,13 persen pada 2025 menurut data IHC/DPE.

Kunjungan pejabat daerah ini menegaskan bahwa Banyuwangi terus memanfaatkan potensi pariwisata dan budaya sebagai motor penggerak ekonomi, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan.

BanyuwangiPariwisataBudaya Lokal3APertumbuhan EkonomiPemerintah DaerahPembiayaan

Komentar

Memuat komentar...