Pekerja WFA Waspada: Nyeri Punggung dan Saraf Kejepit

Dani L. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 516 dibaca
Bisik.id
Pekerja WFA Waspada: Nyeri Punggung dan Saraf Kejepit

Gambar atau konten salah?

Work from Anywhere (WFA) telah menjadi gaya hidup yang semakin meluas. Banyak orang yang bekerja dari rumah, beralih ke ruang kerja bersama, atau bahkan memilih kafe sebagai tempat kerja. Namun, di balik fleksibilitas ini, ada risiko kesehatan yang sering terlewatkan: nyeri pinggang dan saraf kejepit.

Studi menunjukkan bahwa duduk berjam‑jam dengan posisi tidak ergonomis dapat meningkatkan nyeri punggung bawah dan gangguan muskuloskeletal. Pekerja kantoran maupun yang WFH dapat duduk hingga 8‑12 jam per hari, memicu keluhan nyeri pada punggung dan pinggul. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi saraf kejepit, yang berdampak serius pada produktivitas dan kualitas hidup.

Menurut dr Mahdian Nur Nasution, SpBS dari Rumah Sakit Lamina, kebiasaan duduk lama tanpa peregangan membuat otot‑otot penopang tulang belakang menjadi kaku dan melemah. “Kondisi ini menyebabkan distribusi beban tubuh tidak merata, sehingga tulang belakang menerima tekanan berlebih di titik tertentu. Tekanan yang terjadi secara berulang dalam posisi statis dapat memicu gangguan saraf secara bertahap hingga akhirnya terjadi saraf kejepit,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (22 Mei 2026).

Penelitian juga menunjukkan bahwa seseorang yang duduk lebih dari empat jam dengan posisi tidak tepat memiliki risiko lebih tinggi mengalami nyeri punggung bawah dibandingkan yang duduk dalam durasi lebih singkat. Temuan ini menegaskan bahwa kebiasaan sederhana seperti duduk lama memiliki dampak besar terhadap kesehatan tulang belakang.

Saraf kejepit terjadi ketika saraf tertekan oleh jaringan di sekitarnya—tulang, bantalan tulang belakang, atau otot. Kondisi ini sering muncul di leher dan pinggang, terutama pada individu yang sering duduk. Gejalanya muncul secara bertahap: rasa tidak nyaman, nyeri intens, nyeri yang menjalar ke kaki atau lengan, kesemutan, mati rasa, dan kelemahan otot. Dalam beberapa kasus, nyeri menjadi lebih parah saat duduk lama atau melakukan aktivitas tertentu, bahkan mengganggu kemampuan berjalan dan beraktivitas sehari‑hari.

Deteksi dini saraf kejepit sangat penting untuk mencegah kondisi semakin parah. Jangan menunggu nyeri menjalar atau mati rasa muncul. Konsultasi ke dokter memungkinkan diagnosis tepat dan penanganan yang sesuai, mulai dari terapi konservatif hingga intervensi minimal.

Teknologi Joimax asal Jerman kini tersedia di Rumah Sakit Lamina, menawarkan penanganan saraf kejepit secara minimal invasif. Metode ini menggunakan kamera mikro pada alat endoskopi yang terhubung ke layar monitor resolusi tinggi (HD) untuk melihat langsung area saraf yang terjepit. Dengan visualisasi jelas, dokter dapat mengatasi sumber tekanan pada saraf secara presisi tanpa merusak dan memotong jaringan di sekitarnya.

Berbeda dengan operasi konvensional, teknologi Joimax hanya memerlukan satu titik masuk alat, waktu tindakan hanya 30‑45 menit, risiko komplikasi kecil, pemulihan cepat, dan pasien dapat kembali beraktivitas setelah tindakan. Hal ini menjadikan solusi ini lebih nyaman bagi pasien yang ingin menghindari operasi besar atau pemulihan yang panjang.

Di tengah tren WFA yang semakin digemari, penting untuk tetap memperhatikan dan menjaga kesehatan tulang belakang. Mengatur posisi duduk, rutin melakukan peregangan, dan konsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Lamina saat muncul gejala adalah langkah penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Produktivitas kerja yang optimal hanya dapat dicapai jika tubuh tetap sehat dan bebas nyeri.

Kesimpulannya, gaya hidup fleksibel memang menarik, namun risiko nyeri punggung dan saraf kejepit tidak boleh diabaikan. Dengan pemahaman tentang penyebab, gejala, dan pilihan pengobatan modern seperti Joimax, orang dapat menjaga kesehatan tulang belakang sambil tetap produktif.

WFAnyeri punggungsaraf kejepitergonomisendoskopi minimal invasifJoimaxkesehatan tulang belakang

Komentar

Memuat komentar...