Peluncuran Program Talenta Digital Santri Pesantren Al‑Yasmin
Gambar atau konten salah?
Di Surabaya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Gus Iqdam, pendakwah sekaligus pengasuh Majelis Taklim Sabilu Taubah Blitar, meluncurkan program Talenta Digital Santri di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya. Peluncuran ini disertai pertunjukan drone dengan 21 konfigurasi drone yang membentuk tulisan Allah, Muhammad, dan Al Yasmin di langit malam.
Emil, mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa, menilai pesan kebaikan yang disampaikan Gus Iqdam membawa kedamaian. Ia menyoroti kedekatan pesantren dengan PWNU Jatim, Masjid Nasional Al-Akbar, dan MUI Jatim, menegaskan sinergi antara lembaga keagamaan, pendidikan, dan pemerintah.
Dalam pernyataannya, Emil berkata, "Dengan pesan kebaikan dan pesan damai dari Gus Iqdam itu, kemudian disambung dengan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin yang sejak awal memang diyakini Ibu Gubernur Khofifah bahwa pesantren ini justru akan menyambungkan akar tradisi dengan aransemen digital dari Generasi Z, sehingga ada banyak keindahan dari teknologi digital, sehingga santri di sini justru yang pertama memajukan agama sesuai perkembangan teknologi. Buktinya, malam ini ada drone dengan tulisan Allah, Muhammad, Al Yasmin yang indah," kata Emil, Senin (6/4/2026).
Emil mengungkapkan keheranannya terhadap pertunjukan drone, menyebutnya sebagai demonstrasi kuat bagaimana alat digital dapat memperkuat pesan spiritual. Ia memuji kreativitas santri yang terlibat.
Gus Iqdam, yang menyaksikan penampilan tersebut, mengutarakan, "Saya baru pertama kali ini melihat drone dan hebatnya lagi justru itu karya santri alumni Pesantren Bumi Sholawat yang juga putra pengasuh pesantren ini, jadi santri itu memang harus bisa jadi apa saja, apakah jadi gubernur yang santri, jadi kayak Gus Iqdam yang ngaji bersama kaum garangan, jadi santri itu harus berakhlak tapi teknologinya juga maju," kata Gus Iqdam.
Ia menambahkan, "Kalau santri itu punya akhlak dan teknologi, tentu akan membuat masyarakat lebih mudah memahami ilmu Allah, karena dakwahnya sesuai zamannya. Jadi, santri Al-Yasmin itu kayak santri model rohmatan yang bisa ngaji tapi canggih," katanya.
Pengasuh Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, H Helmy M Noor, menjelaskan bahwa Talenta Digital Santri dirancang untuk memberdayakan santri dengan pengetahuan digital dan kewirausahaan, sambil tetap berlandaskan nilai keislaman. Ia menyatakan, "Program itu memang dirancang untuk membekali generasi muda Indonesia dengan pemahaman literasi digital yang kuat, kemampuan entrepreneur yang mumpuni, serta wawasan keislaman yang mendalam, sehingga santri dapat menjadi agen perubahan yang positif di masyarakat, apalagi Gubernur Khofifah juga tegas memastikan anak muda Jawa Timur menguasai ekosistem teknologi, dengan membuka pintu lebar bagi para santri dan pelajar untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi kreatif global," tandasnya.
Inisiatif ini mencerminkan upaya lebih luas untuk menggabungkan tradisi dengan teknologi modern, memastikan generasi muda Jawa Timur siap menghadapi era digital. Dengan mengintegrasikan literasi digital, keahlian bisnis, dan pemahaman Islam yang mendalam, program ini bertujuan menghasilkan santri yang mampu menjadi agen perubahan positif di masyarakat.
Dengan peluncuran pada 06 April 2026, program ini menandai langkah menuju pembekalan generasi berikutnya, para cendekiawan agama dan pemimpin komunitas, dengan alat yang mereka butuhkan untuk menavigasi dunia yang terus berubah, sambil menjaga nilai spiritual yang mendefinisikan identitas mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
3 Pengeroyok Penjaga Perlintasan Kereta di Garut Buron
4 SD di Ponorogo Hanya Kebagian 2 Murid Baru
Spanyol Tak Gentar Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia
Mauro Zijlstra Cedera Lagi, Tinggalkan TC Timnas
Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun
BEI: Politik Tak Lagi Pengaruhi IHSG
Tiga Ruang Kelas SD di Boyolali Disangga Bambu, Atap Nyaris Roboh
Suhu -5 Derajat Celsius, Petani Kentang Dieng Gagal Panen
