Pemadaman Listrik Sumatera, PLN dan ESDM Beraksi pada 22 Mei
Gambar atau konten salah?
Di beberapa wilayah di Sumatera, sistem kelistrikan terganggu pada hari Jumat, 22 Mei 2026. Gangguan ini menimbulkan pemadaman listrik meluas, memengaruhi ribuan rumah tangga dan kegiatan ekonomi di daerah tersebut.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa sejak kejadian, seluruh personel PLN langsung melakukan asesmen, pemulihan sistem transmisi dan gardu induk, serta menyalakan kembali pembangkit secara bertahap dan terkoordinasi.
Menurut Darmawan, indikasi awal gangguan berasal dari sistem transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. Kondisi cuaca diperkirakan memengaruhi jaringan tersebut, sehingga memicu gangguan berantai (domino effect) pada sistem kelistrikan Sumatera. Akibatnya, sejumlah pembangkit di berbagai wilayah terpengaruh.
Hingga Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 19.00 WIB, proses penormalan menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total 13,1 juta pelanggan terdampak, lebih dari 8,5 juta pelanggan telah kembali menikmati aliran listrik. Beban sistem yang berhasil dipulihkan mencapai 3.431,21 MW dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak. Seluruh gardu induk terdampak, sebanyak 176 unit, telah beroperasi kembali.
PLN menegaskan bahwa proses penormalan pembangkit dilakukan secara bertahap, khususnya untuk pembangkit berbasis batu bara yang memerlukan waktu sinkronisasi lebih panjang. Darmawan menambahkan bahwa seluruh personel di lapangan bekerja maksimal untuk mempercepat normalisasi sistem kelistrikan di wilayah terdampak.
Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan tim investigasi untuk mengetahui penyebab pemadaman. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kementerian akan memastikan investigasi teknis dilakukan secara menyeluruh guna mengetahui akar penyebab gangguan serta menyiapkan langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot, mengutip laman kementerian pada Minggu, 24 Mei 2026: “Kementerian ESDM sebagai regulator dan pengawas subsektor ketenagalistrikan memberikan perhatian serius terhadap kejadian (blackout) ini. Kami memahami gangguan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat serta berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah terdampak.” Yuliot menjelaskan bahwa kementerian akan melakukan koordinasi intensif dengan PT PLN (Persero) dalam penanganan gangguan sistem kelistrikan yang terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap proses pemulihan guna memastikan pasokan tenaga listrik kembali andal dan aman bagi masyarakat. Ia menambahkan: “Pada tahap awal pasca padam meluas kami telah menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan ke lapangan dan akan diperkuat tim berikutnya untuk melakukan investigasi lebih intensif untuk memastikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Tentu, kami tak lupa menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas pengertian dan kesabarannya selama proses pemulihan berlangsung.”
Selain proses pemulihan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan arahan agar PLN meningkatkan keandalan backbone sistem Sumatera dengan pembangunan pembangkit dan transmisi 500 kV/275 kV serta penguatan keandalan sub sistem di setiap provinsi. Ia juga menekankan pentingnya menyiapkan pembangkit atau infrastruktur blackstart untuk percepatan pemulihan apabila terjadi gangguan. “Menteri ESDM memberikan arahan kepada kami untuk memastikan percepatan pembangunan pembangkit di wilayah Sumatera bagian barat agar bisa berjalan baik,” ujar Tri.
Gangguan listrik di Sumatera pada 22 Mei 2026 menyoroti pentingnya koordinasi antara operator jaringan, regulator, dan pihak berwenang. Langkah-langkah pemulihan yang cepat dan rencana peningkatan infrastruktur diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa depan, sekaligus menjaga kestabilan pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor ekonomi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
