Pemerintah Indonesia WFH Setiap Jumat Hemat Energi
Gambar atau konten salah?
Di Indonesia, pemerintah menegaskan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN setiap hari Jumat sebagai upaya penghematan energi dan penyesuaian budaya kerja. Kebijakan ini juga sudah dilaksanakan pada tingkat pemerintah daerah. Di Jawa Timur, Pemprov Jatim memilih hari Rabu untuk WFH, bukan Jumat, sebagai strategi pengurangan konsumsi energi.
"Kita sama-sama tahu, negara lain sudah menaikkan BBM, tapi Indonesia tidak. Ini bentuk langkah cerdas dan aspiratif Bapak Presiden Prabowo yang sangat soft policy dengan memilih memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) untuk menekan konsumsi energi daripada menaikkan BBM guna menjaga daya beli masyarakat. Dengan begitu, upaya penghematan mencegah defisit ketersediaan, bisa dilakukan secara efektif,"
Lia mengungkapkan hal tersebut pada Selasa, 14 April 2026.
"Namun, skema WFH tentunya tidak mengganggu pelayanan public maupun ritme kerja instansi yang seharusnya berbasis deadline. Maka dari itu, hari di mana diberlakukan WFH, seharusnya instansi manapun tetap beroperasional meski tidak sepenuhnya, dengan menerapkan pola kerja shifting untuk unit tertentu dan sifatnya tentu situasional,"
Lia Istifhama menerima penghargaan sebagai Anugerah Figur Akselerator Kemajuan dalam Awards 2025, yang diberikan atas dedikasinya memperjuangkan perlindungan sosial dan jaminan kebutuhan dasar bagi masyarakat.
Lia, yang dikenal dengan sapaan Ning Lia, berasal dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki pengaruh kuat di Jawa Timur. Ayahnya, KH. Maskur Hasyim, adalah tokoh NU Jawa Timur dan pernah menjabat sebagai Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di provinsi tersebut. Ibu beliau, Khofifah Indar Parawansa, menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2019 hingga 2030 dan sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU.
Lahir dan besar di Kota Surabaya, Lia menempuh pendidikan formal mulai dari TK Muslimat Wonocolo Surabaya, SD Taquma Surabaya, SMP Negeri 13 Surabaya, hingga SMA Negeri 16 Surabaya. Selama masa SMA, ia juga belajar sebagai santri di Pondok Pesantren Al-Haqiqi Surabaya, memperkuat dasar keagamaan dan nilai spiritualnya.
Setelah lulus SMA, pada 2002 ia melanjutkan studi di tiga universitas sekaligus: Universitas Airlangga, IAIN Sunan Ampel (sekarang UIN Sunan Ampel), dan STAI Taruna. Dari ketiga institusi tersebut, ia memperoleh gelar Sarjana Ilmu Sosial (S.Sos.), Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I.), dan Sarjana Hukum Islam (S.H.I.). Ia kemudian melanjutkan pendidikan profesi (Akta IV) dan studi pascasarjana di UIN Sunan Ampel dengan konsentrasi Ekonomi Islam, meraih Magister Ekonomi Islam (M.E.I.) pada 2013 dan doktor pada 2020.
Sejak masa mahasiswa, Lia aktif dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang menjadi titik awal keterlibatannya dalam gerakan sosial. Ia juga terlibat di Fatayat NU, mulai dari tingkat daerah hingga dipercaya menduduki posisi strategis di tingkat provinsi, dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua Fatayat NU Jawa Timur periode 2024 hingga 2029.
Di organisasi NU lainnya, ia menjabat sebagai wakil ketua PW LAZISNU dan PW LTNU Jawa Timur. Ia juga berkiprah dalam organisasi sosial dan pemberdayaan masyarakat, antara lain sebagai Ketua DPD Perempuan Tani HKTI Jawa Timur periode 2019 hingga 2025, Sekretaris MUI Jawa Timur sejak 2020, Wakil Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur, Pengurus PP Muslimat NU, dan Bendahara Umum PB IKA PMII.
Di dunia politik, Lia mencatat prestasi signifikan dengan terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia pada Pemilu 2024 mewakili Provinsi Jawa Timur dengan perolehan 2.739.123 suara, menjadikannya senator perempuan non-petahana dengan suara tertinggi di Indonesia. Ia kemudian ditetapkan sebagai anggota Komite III DPD RI pada 13 Maret 2024, yang membidangi isu-isu strategis seperti pendidikan, agama, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
Di mata publik, Lia dikenal sebagai sosok religius, rendah hati, dan dekat dengan masyarakat. Ia memiliki citra pemimpin perempuan inklusif dan berorientasi pada pemberdayaan serta keberlangsungan demokrasi melalui pendekatan politik humanis, terutama bagi generasi Z. Survei dari lembaga ARCI menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja anggota DPD RI meningkat, dengan Lia dinilai sebagai salah satu figur paling menonjol di Jawa Timur. Tingkat pengenalan masyarakat terhadapnya mencapai sekitar 72,4 persen, sedangkan tingkat kesukaan publik sekitar 71,7 persen.
Keberhasilan Lia dalam berbagai bidang—dari pendidikan, aktivisme, hingga politik—menunjukkan komitmennya pada nilai spiritual, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Ia terus memajukan agenda perempuan di sektor pertanian, lingkungan, dan kebijakan publik, sekaligus memperkuat hubungan antara lembaga keagamaan dan pemerintahan.
Penggunaan kebijakan Work From Home (WFH) di Indonesia, yang dimulai pada tingkat nasional dan disesuaikan di daerah, mencerminkan upaya pemerintah untuk menekan konsumsi energi tanpa menurunkan daya beli masyarakat. Dalam konteks ini, pernyataan Lia Istifhama menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak mengganggu pelayanan publik, melainkan menyesuaikan ritme kerja melalui pola shifting. Dengan latar belakang akademis, aktivisme, dan pengalaman politiknya, Lia menjadi contoh pemimpin yang mampu menggabungkan nilai spiritual, kepedulian sosial, dan kebijakan pragmatis dalam upaya pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
