Pemerintah Suntik Rp 400 Triliun ke Perbankan

Guntur P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Suntik Rp 400 Triliun ke Perbankan

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah menempatkan dana saldo anggaran lebih (SAL) di perbankan sebesar Rp 400 triliun. Langkah ini diambil setelah ia mendengar keluhan dari pihak perbankan yang khawatir akan mengalami krisis likuiditas pada pertengahan Juni 2026 lalu.

Purbaya langsung mengadakan rapat koordinasi untuk menindaklanjuti keluhan tersebut. Saat itu, pemerintah sepakat untuk membantu menjaga likuiditas dengan menempatkan dana sebesar Rp 200 triliun di perbankan hingga akhir tahun.

"Ya, kita rapat lah dengan mereka. Anda mau apa? Saya mau pemerintah terus membantu likuiditas di perbankan. Ya sudah kalau gitu, yang Rp 200 triliun saya taruh di perbankan sampai akhir tahun, mungkin akan saya perpanjang sampai tahun depan," ujar Purbaya dalam acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, pada Selasa, 04 Agustus 2026.

Setelah itu, Purbaya menyebut pemerintah kembali menambahkan dana sebesar Rp 200 triliun. Tujuannya untuk memastikan sistem finansial bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat. Dengan demikian, total dana yang sudah disuntikkan ke perbankan mencapai Rp 400 triliun.

Namun, Purbaya membuka kemungkinan untuk menambah dana tersebut jika dirasa masih kurang untuk mengerek pertumbuhan ekonomi. Ia mengatakan bahwa sejauh ini uang yang diinjeksi ke perbankan seharusnya sudah memberikan dampak ke perekonomian. Misalnya, membuat bank lebih berani memberikan kredit pembelian kendaraan yang akhirnya meningkatkan permintaan mobil dan motor.

"Harusnya nih sekarang-sekarang nih, 2 minggu yang lalu saya inject lagi uang sistem itu yang Rp 400 triliun itu. Harusnya sekarang sih demand untuk mobil, motor sudah mulai recover. Kalau masih kurang, nanti besok saya, hari ini saya tambah lagi sampai jumlahnya cukup di perekonomian," beber Purbaya.

Purbaya memastikan pemerintah terus memantau perkembangan ekonomi setiap bulan. Salah satu indikatornya, penjualan mobil dan sepeda motor sempat melemah pada April hingga Mei. Namun, penjualan mobil dan sepeda motor kembali meningkat pada Juni. Menurut Purbaya, peningkatan penjualan ini tidak lepas dari suntikan dana pemerintah ke perbankan.

"Jadi, ketika data turun seperti itu, saya periksa uang yang digelontorkan ke perbankan masih efektif nggak? Kan Anda ingat kan di awal September saya gelontorkan Rp 200 triliun uang pemerintah dari dari BI ke perbankan. Banyak orang bilang itu nggak ada gunanya," ungkap Purbaya.

"Ah, kalau ada yang ngomong gitu, Anda harus ngerti bahwa dia nggak ngerti ekonomi. Karena begitu kita gelontorkan kan mulai naik nih," terangnya menutup.

Pemerintah terus memantau efektivitas suntikan dana ini. Jika penjualan kendaraan dan indikator ekonomi lainnya belum menunjukkan perbaikan yang signifikan, bukan tidak mungkin dana tambahan akan kembali digelontorkan. Langkah ini diambil untuk memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan lebih cepat.

dana saldo anggaran lebihlikuiditas perbankansuntikan dana pemerintahpertumbuhan ekonomikrisis likuiditaspenjualan mobil motorinjeksi dana

Komentar

Memuat komentar...