Pemesanan Hotel Rendah Meski Tiket Piala Dunia Terjual

Yuli S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Pemesanan Hotel Rendah Meski Tiket Piala Dunia Terjual

Gambar atau konten salah?

Di musim panas 2026, para pemilik dan operator hotel di kota-kota yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA belum melihat lonjakan pemesanan yang diharapkan. Bahkan di Kansas City, tingkat booking lebih rendah dibandingkan periode normal pada Juni–Juli.

American Hotel and Lodging Association (AHLA) mengumumkan survei yang dilakukan bulan lalu. Survei tersebut mencakup 205 responden, termasuk pemilik hotel dan operator yang memiliki properti di kota-kota penyelenggara turnamen.

Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari 5 juta tiket pertandingan telah terjual, namun permintaan tersebut belum diterjemahkan menjadi pemesanan hotel yang kuat. “Meski lebih dari 5 juta tiket pertandingan telah terjual, permintaan tersebut belum diterjemahkan menjadi pemesanan hotel yang kuat,” tulis AHLA dalam laporannya.

Industri perhotelan sebelumnya menaruh harapan besar pada musim panas 2026. Turnamen sepakbola antarnegara ini akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan 11 kota di AS menjadi tuan rumah. Momen tersebut juga bertepatan dengan peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan AS, yang diperkirakan menarik wisatawan mancanegara.

Menurut AHLA, wisatawan mancanegara merupakan pasar penting karena cenderung tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak. Namun, hampir 80 % pemesanan hotel di kota tuan rumah masih berada di bawah proyeksi.

Di Kansas City, sekitar 85 % hingga 90 % hotel melaporkan booking di bawah target. Penyelenggara lokal menanggapi hasil survei tersebut. Mereka menyebut sejumlah negara, termasuk Belanda, telah menambah staf kedutaan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.

CEO Visit KC dan Kansas City Sports Commission, Kathy Nelson, tetap optimistis. Ia menyatakan bahwa target 650.000 pengunjung selama turnamen dapat tercapai.

Tren berbeda terlihat di kota lain. Di Atlanta, sekitar separuh responden melaporkan pemesanan sesuai atau melampaui proyeksi. Di Miami, sekitar 55 % responden bahkan mencatat angka yang lebih kuat dari perkiraan.

Survei tersebut juga menunjukkan minat wisatawan luar negeri ke AS belum pulih seperti yang diharapkan. AHLA menilai sejumlah faktor menjadi penyebab, termasuk kebijakan imigrasi yang lebih ketat. “Meski antusiasme global meningkat, perjalanan ke AS bagi banyak wisatawan Piala Dunia kini terasa tidak lagi seperti sambutan karpet merah,” tulis AHLA.

Persepsi tentang lamanya antrean visa, biaya yang meningkat, serta ketidakpastian proses masuk ke negara tersebut turut memperkuat anggapan bahwa perjalanan ke AS menjadi lebih mahal dan rumit. Penguatan dolar AS dan kekhawatiran terkait pemeriksaan di bandara juga berperan.

Di sisi lain, FIFA tetap optimistis. Mereka menyebut permintaan terhadap turnamen ini ‘belum pernah terjadi sebelumnya’ dan yakin ajang tersebut akan mencetak rekor penonton.

Juru Bicara Pemerintah AS, Davis Ingle, menegaskan bahwa turnamen ini akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah. “Presiden Trump fokus untuk memastikan bahwa ini bukan hanya pengalaman yang luar biasa bagi semua penggemar dan pengunjung, tetapi juga yang paling aman dan terjamin dalam sejarah,” jelas Davis.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa meski penjualan tiket tinggi, faktor kebijakan imigrasi dan persepsi biaya masih menjadi penghalang utama bagi wisatawan asing. Keberhasilan turnamen akan sangat bergantung pada kemampuan penyelenggara dan pemerintah untuk mengatasi hambatan tersebut.

Piala Dunia FIFA 2026Hotel bookingKansas CityAmerican Hotel and Lodging AssociationWisatawan mancanegaraKebijakan imigrasiVisaPengunjung

Komentar

Memuat komentar...