Pemprov Jawa Tengah Perpanjang MoU Candi Borobudur, Prambanan

Tika M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
Pemprov Jawa Tengah Perpanjang MoU Candi Borobudur, Prambanan

Gambar atau konten salah?

Di Jawa Tengah, pemerintah provinsi bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk memperkuat posisi Candi Borobudur, Prambanan, Mendut, dan Pawon sebagai pusat religi dunia.

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengungkapkan, pada 30 April 2026, bahwa pembaruan nota kesepahaman (MoU) tentang pemanfaatan keempat candi sedang dipertimbangkan. Ia menegaskan bahwa masa berlaku MoU periode 2021‑2026 akan segera berakhir, sehingga pembaruan menjadi sangat mendesak.

Ia berkata, “Kami mendorong agar MoU ini diperpanjang. Kami juga membahas apa‑apa saja yang bisa memajukan pariwisata di empat candi ini.”

Gus Yasin menekankan bahwa pengembangan tidak boleh hanya terfokus pada zona utama. Ia mengusulkan integrasi candi-candi lain di Jawa Tengah, seperti di Tawangmangu (Karanganyar) dan Wonosobo, ke dalam satu paket promosi wisata negara.

Ia menambahkan, “Saya minta candi‑candi di Karanganyar dan Wonosobo dimasukkan menjadi satu kesatuan daya tarik. Ini akan memperkuat narasi promosi Jawa Tengah di kancah internasional.”

Perkembangan ini sejalan dengan kembalinya operasional Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang untuk rute mancanegara. Saat ini, penerbangan langsung dari Singapura dan Malaysia sudah tersedia, yang diharapkan dapat mempersingkat waktu tempuh wisatawan religi ke Jawa Tengah.

Salah satu poin penting dalam pertemuan tersebut adalah potensi pasar wisatawan dari Thailand. Menurut pengelola kawasan, tren kuat muncul karena orang tua Thailand mendorong generasi muda mereka melakukan perjalanan spiritual ke Candi Borobudur.

Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Herfan Brilianto Mursabdo, mengapresiasi langkah proaktif Pemprov Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa fokus pemerintah pusat saat ini adalah menyempurnakan MoU agar aktivitas keagamaan dapat berjalan harmonis dengan pelestarian cagar budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Ia mengutip, “Pangsa pasar wisata religi dan ziarah Hindu‑Buddha secara global sangat besar. Fokus kita ke depan adalah memastikan Candi Borobudur dan sekitarnya benar-benar memberikan manfaat nyata bagi ekonomi rakyat.”

Dengan pembaruan MoU, integrasi candi, dan peningkatan akses penerbangan, Jawa Tengah berupaya menjadikan keempat candi tersebut sebagai magnet wisata religi yang mendukung ekonomi lokal dan pelestarian budaya.

Candi BorobudurMoU PariwisataJawa TengahBandara Semarangwisata religiThailandpelestarian budaya

Komentar

Memuat komentar...