Pengawas AS, Argentina, Uruguay, Panama di Soekarno‑Hatta

Bambang W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Pengawas AS, Argentina, Uruguay, Panama di Soekarno‑Hatta

Gambar atau konten salah?

Di Bandara Internasional Soekarno‑Hatta, pihak BBKK telah meningkatkan pengawasan terhadap penumpang udara yang berasal dari empat negara. Kepala BBKK, Naning Nugrahini, menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah WHO melaporkan tiga kasus penularan Hanta pada penumpang kapal pesiar yang kemudian meninggal.

“Jadi kami melakukan pengetatan pengawasan terhadap negara-negara yang sudah menemukan atau teridentifikasi ada virus Hanta,” kata Naning. Ia menambahkan bahwa pengawasan khusus difokuskan pada penumpang dari Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama. Keempat negara ini dipilih karena adanya bukti positif Hanta di wilayahnya.

Naning juga menegaskan bahwa pengetatan ekstra akan terus diterapkan pada setiap penerbangan langsung ke Soekarno‑Hatta. “Tapi tidak menutup kemungkinan nanti kalau ada yang baru, tentunya kami akan menambahkan ataupun mengoreksi gitu,” ujarnya. Ia menekankan bahwa standar kesehatan bagi pelaku perjalanan udara di bandara sudah kembali diberlakukan.

Langkah awal kesiapsiagaan dimulai dengan isian deklarasi kesehatan di aplikasi Satu Sehat. “Kami di Soekarno‑Hatta sudah melakukan kesiapsiagaan. Yang pertama adalah melalui isian deklarasi kesehatan di aplikasi Satu Sehat. Dari situ kita nanti akan tahu risiko daripada pesawat itu, ada orang berisiko atau tidak,” jelas Naning. Setelah penumpang turun, tim medis melakukan pengamatan tanda dan gejala menggunakan thermal scanner serta observasi visual.

Selain itu, bandara memiliki jalur khusus evaluasi penyakit menular. Jika ada penumpang yang teridentifikasi penyakit menular, pihaknya akan melakukan penanganan lebih lanjut. “Kemudian kami juga punya namanya ambulans khusus penyakit menular. Karena orang yang kita bawa ini, yang mau kita rujuk ini adalah orang dengan penyakit menular,” tambahnya.

Naning mengingatkan para pelaku perjalanan udara untuk selalu waspada dan menjaga protokol kesehatan. Hantavirus menular melalui urin, air liur, dan kontaminasi dari tikus. “Yang jelas untuk mencegah penularan kasus ini adalah dengan menjaga protokol kesehatan dan penguatan imun tubuh,” ujarnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, BBKK Bandara Internasional Soekarno‑Hatta berharap dapat menahan penyebaran Hanta di wilayah Indonesia. Sementara itu, pihak bandara terus menyesuaikan prosedur sesuai perkembangan situasi global.

Secara keseluruhan, pengetatan pengawasan dan peningkatan prosedur kesehatan di Soekarno‑Hatta menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi penumpang dan mencegah penyebaran virus Hanta.

BBKKHantavirusBandara Internasional Soekarno‑Hattapengawasan penumpangWHOSatu Sehatthermal scannerpenularan virus

Komentar

Memuat komentar...