Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban Diperkuat Surabaya

Bima J. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban Diperkuat Surabaya

Gambar atau konten salah?

Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, pengawasan kesehatan hewan kurban di Surabaya semakin diperkuat. PT Pelindo Terminal Petikemas bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya menambah tenaga dan sumber daya untuk memastikan ternak yang akan dikurban sehat dan layak dikonsumsi.

Corporate Secretary Widyaswendra mengungkapkan bahwa pengawasan dimulai pada 18 hingga 26 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan di berbagai titik penjualan hewan kurban yang tersebar di wilayah Surabaya.

“Kegiatan ini dilaksanakan di berbagai titik penjualan hewan kurban yang tersebar di wilayah Surabaya. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari relawan perguruan tinggi dan akademisi, Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma), hingga Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur,” kata Widyaswendra dalam keterangannya, Rabu, 20 Mei 2026.

Widyaswendra menjelaskan bahwa PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) berkolaborasi dengan pihak lain sebagai upaya memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan. Ia memastikan setiap hewan kurban dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi bagi masyarakat menjelang Iduladha.

“Kami tergerak untuk bisa mengedukasi masyarakat bahwa berkurban itu tidak hanya hewannya memenuhi syarat sah, tetapi juga harus dipastikan benar-benar sehat dan layak untuk dikonsumsi. Hewan yang sehat perlu diverifikasi dengan baik melalui pemeriksaan yang sesuai,” ujarnya.

Widyaswendra menuturkan pihaknya ingin terus menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Termasuk dalam mendukung aspek kesehatan dan keamanan pangan. Ia menambahkan, “Melanjutkan program tahun sebelumnya, Pelindo Terminal Petikemas juga telah menginisiasi program Juru Sembelih Halal bersertifikasi. Tahun ini kami memperkuat fokus pada pengawasan kesehatan hewan kurban bersama DKPP Kota Surabaya dan seluruh pihak terkait.”

Pada momentum Iduladha tahun 2026, ia memastikan pihaknya juga menyalurkan sebanyak 150 hewan kurban ke berbagai wilayah kerja perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi sosial kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Nanik Sukristina menerangkan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh di seluruh kecamatan di Kota Surabaya. Ia menyebutkan pengawasan dilakukan dengan melibatkan ratusan tenaga medis hewan.

“Kami melakukan pengawasan di 31 kecamatan dengan melibatkan sekitar 190 tenaga medis hewan. Sampai hari ini sudah dilakukan pemeriksaan di 61 lapak penjualan hewan kurban dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga lebih dari 100 lapak,” tuturnya.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara administratif maupun pemeriksaan kesehatan fisik hewan oleh petugas dan dokter hewan. Selain pengawasan di tingkat lapak penjualan, pengendalian kesehatan hewan juga dilakukan sejak dari daerah asal ternak.

Pemeriksaan meliputi pengecekan surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal, pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan, hingga pemantauan kondisi hewan secara langsung untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma) Kementerian Pertanian di Surabaya Edy Budi Susila menyatakan pengawasan kesehatan hewan telah dilakukan melalui program vaksinasi. Serta pengendalian penyakit hewan menular strategis.

“Kita memastikan bahwa ternak yang dilalulintaskan itu sudah memenuhi persyaratan. Jadi ternak yang masuk ke sini sudah tervaksin terhadap penyakit LSD, PMK, dan beberapa penyakit strategis lainnya sehingga dipastikan ternak dalam kondisi sehat,” tutupnya.

Pengawasan ini menegaskan bahwa proses kurban di Surabaya tidak hanya mematuhi regulasi, tetapi juga menambah lapisan keamanan bagi konsumen. Melalui kolaborasi lintas lembaga, perusahaan, dan masyarakat, kesehatan ternak menjadi prioritas utama menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Program ini memberi contoh bagaimana sektor swasta dapat berperan aktif dalam menjaga kualitas pangan dan kesehatan publik.

Iduladha 1447 HijriahPengawasan kesehatan hewan kurbanPT Pelindo Terminal PetikemasDinas Ketahanan Pangan SurabayaVaksinasi LSD PMKBalai Besar Veteriner FarmaJuru Sembelih Halal

Komentar

Memuat komentar...