Perang AS-Iran Tekor Bunga Hipotek, Biaya Hidup Naik

Fandi R. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 126 dibaca
Bisik.id
Perang AS-Iran Tekor Bunga Hipotek, Biaya Hidup Naik

Gambar atau konten salah?

Perang antara Amerika Serikat dan Iran yang melibatkan Israel tidak hanya menggemparkan geopolitik dunia, tetapi juga memengaruhi isi dompet warga AS. Gejolak di pasar saham Amerika, yang dikenal sebagai Wall Street, menekan biaya hidup sehari‑harinya, mulai dari bunga hipotek, cicilan mobil, hingga tagihan kartu kredit.

Menurut data Freddie Mac, suku bunga hipotek jangka panjang 30 tahun sempat melonjak selama lima minggu berturut‑turut sejak konflik dimulai. Pekan ini, tingkatnya dipatok di 6,37 %. Sebelum serangan gabungan AS‑Israel ke Iran pada akhir Februari, bunga pinjaman berada di 5,98 %. Angka ini turun di bawah 6 % untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.

Kenaikan ini disebabkan oleh kekhawatiran investor tentang ancaman inflasi akibat lonjakan harga minyak dunia serta potensi peningkatan pengeluaran pemerintah untuk membiayai perang. Biasanya, suku bunga hipotek di AS mengikuti imbal hasil surat utang pemerintah (US Treasury) jangka 10 tahun.

“Investor sekarang mulai menyadari kemungkinan perang berkepanjangan dengan Iran dan dampaknya terhadap ekonomi,” ujar Kepala Ekonom di LPL Financial Jeffrey Roach dikutip dari CNN, 10 April 2026. Menurutnya, semakin lama pasokan minyak global terganggu, maka tekanan inflasi akan semakin kuat. Hal ini memaksa bank sentral AS, The Fed, untuk menahan suku bunga tinggi lebih lama lagi.

Meski selisih bunga pinjaman kecil, perbedaan tersebut berdampak pada isi dompet warga AS. Misalnya, untuk rumah seharga US$ 500.000 atau setara Rp 8,4 miliar (kurs Rp 16.900), pembeli yang mengambil hipotek sekarang harus membayar cicilan lebih mahal dibandingkan mereka yang membeli pada awal Februari. Jika dihitung selama masa pinjaman 30 tahun, pembeli hari ini harus merogoh kocek tambahan hingga lebih dari US$ 36.000 atau Rp 608 juta hanya untuk membayar selisih bunga.

“Peminjam pasti tidak suka. Itu menambah jumlah yang signifikan pada cicilan bulanan mereka,” kata Profesor Ekonomi di NYU Stern, Larry White.

Warga AS yang ingin mencicil mobil juga turut terkena dampak. Kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah dapat memengaruhi suku bunga cicilan mobil. Suku bunga cicilan mobil jangka lima tahun cenderung mengikuti imbal hasil obligasi jangka pendek. Imbal hasil surat utang AS jangka lima tahun dan dua tahun melonjak pada 1 Maret 2026 dan bertahan di level tertinggi sejak 1 Agustus 2026.

Suku bunga cicilan mobil jangka lima tahun kini bertahan di level tinggi sekitar 7 %. Bagi warga AS yang mengambil pinjaman US$ 30.000 selama lima tahun dengan bunga 7 %, itu berarti cicilan bulanan sekitar US$ 594. Kondisi ini semakin menekan, karena pada saat yang sama harga bensin melonjak dan harga mobil sudah cukup mahal.

“Pembiayaan mobil akan lebih mahal untuk waktu yang lebih lama. Membeli mobil baru jadi semakin sulit terjangkau,” ujar Profesor Ekonomi University of California Derek Stimel.

Selain itu, banyak suku bunga, seperti bunga kartu kredit, cenderung mengikuti suku bunga acuan The Fed. Bunga kartu kredit tetap tinggi, meskipun The Fed telah memangkas suku bunga beberapa kali sepanjang 2024 dan 2025. Perang AS dengan Iran tidak secara langsung mendorong bunga kartu tersebut lebih tinggi, tetapi kecil kemungkinannya bunga itu akan turun dalam waktu dekat. Para pelaku pasar telah menurunkan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed tahun ini.

“Jika The Fed mempertahankan suku bunga dan tidak memangkasnya, maka bunga kartu kredit akan tetap tinggi, sehingga mempersulit orang untuk membayar pembelian rutin seperti bahan makanan atau pengeluaran lain yang berakhir menjadi saldo kartu kredit,” terang Stimel.

Dengan suku bunga tetap tinggi, biaya hidup warga AS semakin terasa berat. Dari cicilan rumah yang lebih tinggi, cicilan mobil yang lebih mahal, hingga tagihan kartu kredit yang tidak turun, semua menambah beban ekonomi keluarga. Perlu ada kebijakan yang dapat menstabilkan suku bunga atau memberikan bantuan bagi konsumen agar dampak perang ini tidak terlalu merugikan.

Suku bunga hipotekIranFedinflasipasokan minyakkredit mobilkartu kredit

Komentar

Memuat komentar...