Peringatan Inggris: Warga Turis Jepang Hadapi Penipuan Minuman

Ratna D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 101 dibaca
Bisik.id
Peringatan Inggris: Warga Turis Jepang Hadapi Penipuan Minuman

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, pemerintah Inggris mengeluarkan peringatan terbaru bagi warganya yang berencana bepergian ke Jepang. Peringatan ini muncul karena meningkatnya laporan penipuan yang menargetkan wisatawan, khususnya di kawasan hiburan malam Tokyo.

Melalui Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris (FCDO), pemerintah menegaskan bahwa kasus drink spiking yang berujung pada penipuan kartu kredit semakin sering terjadi. Kepolisian Jepang telah mencatat empat wilayah di Tokyo yang dianggap berisiko tinggi: Kabukicho, Roppongi, Shibuya, dan Ikebukuro.

Menurut laporan GB News pada Kamis, 30 April 2026, modus yang dilaporkan biasanya dimulai ketika calo jalanan menyapa wisatawan dalam Bahasa Inggris. Mereka mengajak korban masuk ke bar atau klub malam, di mana minuman diduga telah dicampur zat tertentu. “Ada peningkatan laporan terkait pembiusan minuman dan penipuan kartu kredit. Korban melaporkan bangun tanpa ingatan atas apa yang terjadi dan mendapati tagihan dalam jumlah besar di kartu kredit mereka,” pernyataan FCDO.

Kerugian yang dialami korban bervariasi, mulai dari ratusan hingga puluhan ribu poundsterling. Sebagian besar kasus menimpa warga Inggris di Kabukicho, kawasan populer di Shinjuku. Para pelaku, yang dikenal sebagai “kyakuhiki”, sering menawarkan layanan dengan informasi menyesatkan. FCDO mengingatkan agar tidak mengikuti ajakan orang asing tersebut.

Selain itu, pemerintah Inggris menekankan bahwa risiko serupa lebih tinggi di kawasan hiburan malam di seluruh Jepang, terutama di area yang telah diidentifikasi. Untuk meminimalkan risiko, wisatawan disarankan: tidak menerima minuman dari orang asing; tidak meninggalkan minuman tanpa pengawasan; dan memastikan keamanan transaksi keuangan. Wisatawan juga diminta membawa barang seperlunya dan menyimpan uang serta barang berharga di tempat aman.

FCDO juga mengingatkan bahwa meski praktik prostitusi dan keberadaan calo jalanan ilegal di Jepang masih sering ditemui, fenomena tersebut tetap menjadi perhatian. “Calo jalanan sering mendorong orang masuk ke tempat usaha dengan memberikan gambaran layanan yang tidak sesuai. Anda bisa dikenai biaya masuk, jadi jangan masuk hanya karena dijanjikan minuman gratis atau sekadar melihat-lihat,” tulis FCDO.

Beberapa warga Inggris dilaporkan sempat berurusan dengan aparat setelah terjadi perselisihan dengan staf bar atau petugas keamanan terkait tagihan yang dinilai berlebihan. “Pastikan Anda melihat menu beserta harga sebelum masuk ke bar atau restoran. Catat pesanan Anda dan konfirmasi biaya masuk klub sejak awal,” FCDO mengimbau.

Dengan demikian, pemerintah Inggris menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi para pelancong. Menjaga keamanan pribadi dan keuangan di lingkungan yang tidak dikenal tetap menjadi kunci untuk menghindari kejadian tak terduga.

Peringatan UKPenipuan wisatawanDrink spikingKabukichoRoppongiShibuyaFCDO

Komentar

Memuat komentar...