Perjanjian Damai AS–Iran Ditandatangani Secara Elektronik
Gambar atau konten salah?
Perang antara Amerika Serikat dan Iran telah mencapai fase akhir. Presiden kedua negara menandatangani dokumen perjanjian damai yang menandai akhir konflik. Perjanjian ini disepakati pada malam 15 Juni 2026 dan diumumkan publik pada 17 Juni 2026.
Trump menandatangani nota kesepahaman tersebut saat makan malam di Istana Versailles, setelah pertemuan KTT G7 pada 17 Juni 2026. "Baru saja menandatanganinya," kata Trump saat keluar dari istana, dilansir AFP, Kamis 18 Juni 2026. Penandatanganan berlangsung secara elektronik dan jarak jauh, menandai langkah baru dalam diplomasi.
Di sisi Iran, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baqaei, menyatakan: "Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden -- sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut," katanya. Ia menambahkan bahwa upacara resmi tidak akan diadakan di tempat fisik, menyesuaikan rencana Iran. Pemerintah Swiss mengumumkan upacara penandatanganan akan diadakan pada 19 Juni 2026 di sebuah hotel mewah di pegunungan yang menghadap Danau Lucerne, dengan kehadiran Bagher Ghalibaf dan JD Vance.
Baqaei juga menegaskan: "Ketika teks ditandatangani oleh pejabat tertinggi kedua negara, melanggarnya tentu akan menimbulkan biaya yang lebih besar, dan mengingat pengalaman kami, kami lebih memilih hal ini terjadi," ia mengatakan. Teks MoU dirilis pada 17 Juni 2026, diikuti oleh periode negosiasi dua bulan. Salah satu langkah pertama adalah pembukaan Selat Hormuz, yang akan mempermudah aliran maritim.
Setelah kesepakatan, 11 kapal tanker Iran berhasil menembus blokade angkatan laut Amerika Serikat. Delapan kapal menyeberangi perairan internasional dari wilayah teritorial Iran, dan tiga kapal lainnya memasuki perairan Iran. Blokade yang diberlakukan pada bulan April 2026 dihapuskan berdasarkan kesepakatan. Press TV melaporkan bahwa pejabat pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa blokade laut telah dihapus.
Perjanjian ini dikonfirmasi oleh Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Senin lalu, menyatakan bahwa teks MoU telah selesai pada malam 15 Juni 2026. Menurut pernyataan tersebut, perang dan operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, diakhiri segera dan secara permanen. Blokade laut terhadap Iran juga diakhiri sepenuhnya. Perjanjian ini menandai akhir konflik yang telah berlangsung selama beberapa tahun, membuka jalan bagi stabilitas di kawasan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
