Perpustakaan Gasibu Dibongkar, Diganti Digital
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Provinsi Jawa Barat angkat bicara soal pembongkaran bangunan Perpustakaan Gasibu. Langkah ini sempat menimbulkan tanda tanya di tengah proyek penataan kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu. Namun, menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, pembongkaran itu bukan berarti menghilangkan fasilitas literasi.
Herman menjelaskan, bangunan perpustakaan harus menyesuaikan dengan desain baru kawasan Gasibu. Rencananya, kawasan itu akan terhubung langsung dengan halaman Gedung Sate. "Gedung Perpustakaan Gasibu diadaptasikan dengan desain lanskap penataan Gasibu yang terintegrasi dengan halaman Gedung Sate," ujarnya saat dikonfirmasi pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Tujuan dari penataan ini, kata Herman, adalah menciptakan ruang publik yang lebih tertata dan nyaman. Ia juga ingin menyatukan unsur alam dengan elemen bangunan di sekitar Gasibu. "Hal tersebut dilakukan dalam rangka harmonisasi antara elemen alam dan elemen buatan di seputar Gasibu agar lebih fungsional, rapih dan indah. Administrasi penghapusan barang milik daerahnya sudah dilengkapi terlebih dahulu," jelasnya.
Herman memastikan, pembongkaran bangunan perpustakaan sudah melalui prosedur administrasi yang benar. Termasuk proses penghapusan aset daerah sebelum pekerjaan dimulai. Jadi, tidak ada langkah yang dilakukan secara sembarangan.
Meski bangunan fisiknya sudah dirobohkan, Herman menegaskan layanan literasi di kawasan Gasibu tidak akan hilang. Justru, Pemprov Jabar menyiapkan konsep baru yang lebih sesuai dengan perkembangan teknologi. "Selanjutnya perpustakaan Gasibu akan bertransformasi menjadi perpustakaan digital. Untuk warga yang membutuhkan koleksi manual akan disajikan di perpustakaan mobile di seputar Gasibu," katanya.
Dengan konsep ini, masyarakat bisa mengakses koleksi digital dengan lebih mudah. Sementara itu, layanan buku cetak tetap tersedia melalui perpustakaan keliling yang akan ditempatkan di sekitar kawasan Gasibu. Jadi, meskipun bangunannya berubah, akses ke buku dan literasi tetap dijaga.
Singkatnya, pembongkaran Perpustakaan Gasibu adalah bagian dari proyek penataan yang lebih besar. Tujuannya bukan menghilangkan perpustakaan, melainkan mengubah bentuknya menjadi lebih modern dan terintegrasi dengan kawasan sekitarnya. Layanan literasi tetap ada, hanya saja dalam format yang berbeda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
