Perry Mundur, Rupiah Tembus Rp 17.900
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Perry Warjiyo resmi meninggalkan jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia. Posisinya untuk sementara diisi oleh Destry Damayanti. Pengunduran diri ini langsung memicu reaksi dari pasar keuangan. Destry pun angkat bicara menanggapi situasi tersebut.
"Ya, pokoknya BI tetap menjaga stabilitas keuangan, nilai tukar tetap prioritas kita juga," ujar Destry singkat saat tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, untuk menghadap Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 27 Juli 2026.
Ditanya soal kemungkinan intervensi pasar oleh Bank Indonesia, Destry mengatakan pihaknya akan melanjutkan upaya penguatan seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. "Ya pokoknya kita melakukan terus sama seperti yang kita lakukan sebelumnya," jelasnya.
Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah menguat pada pembukaan perdagangan hari ini. Ini terjadi setelah pengumuman pengunduran diri Perry dari kursi Gubernur BI pagi tadi. Mata uang Negeri Paman Sam bertengger di level Rp 17.900-an pada pagi hari.
Berdasarkan data Bloomberg, pukul 09.30 WIB, nilai tukar dolar AS berada di angka 17.966. Angka ini naik 3 poin atau sekitar 0,02 persen.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka di zona merah. IHSG turun ke level 6.100-an. Data dari RTI menunjukkan, pada pukul 9.01 WIB, IHSG berada di level 6.174,84. Angka ini turun 0,35 persen atau 21,58 poin.
IHSG sempat menguat beberapa kali sepanjang hari. Namun, akhirnya indeks ini menghabiskan hari di zona merah. Pada penutupan, IHSG berada di level 6.185,78. Artinya, indeks melemah 0,17 persen atau sebesar 10,6 poin.
Pergantian pimpinan di Bank Indonesia ini terjadi di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang masih tinggi. Pasar saham juga ikut terpengaruh, meskipun pergerakannya tidak terlalu tajam. Destry Damayanti, sebagai pelaksana tugas, menegaskan bahwa prioritas BI tetap pada stabilitas keuangan dan nilai tukar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait