Persalinan Aman Dimulai dari Kehamilan
Gambar atau konten salah?
Bagi seorang calon ibu, momen menyambut kelahiran anak adalah campuran antara kebahagiaan dan harapan. Di tengah segala persiapan, satu hal yang paling penting adalah memastikan proses persalinan berjalan aman, baik untuk ibu maupun bayinya.
Persiapan selama kehamilan memegang peranan besar. Bukan hanya soal membeli perlengkapan bayi, tapi juga memastikan kondisi tubuh dan mental siap. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Mayapada Hospital Jakarta Timur, dr. Gustaf Irianto, Sp.OG, menekankan bahwa persalinan yang aman tidak dimulai saat proses melahirkan. Justru, persiapan sudah harus dimulai sejak masa kehamilan.
"Pemeriksaan kehamilan secara rutin memungkinkan dokter memantau kondisi kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin, sekaligus mendeteksi lebih dini apabila terdapat faktor risiko atau komplikasi. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan rencana persalinan yang paling sesuai sehingga penanganan bagi ibu dan bayi dapat dilakukan secara lebih optimal," jelas dr. Gustaf dalam keterangan tertulis pada Rabu, 08 Juli 2026.
Selain pemeriksaan rutin, kondisi fisik juga harus dipersiapkan. Ibu hamil perlu menjaga asupan makanan. Bukan sembarang makanan, melainkan makanan bergizi seimbang. Kebutuhan cairan juga harus terpenuhi. Istirahat yang cukup jangan diabaikan. Aktivitas fisik ringan, seperti olahraga sesuai anjuran dokter, juga dianjurkan.
"Kondisi tubuh yang prima dapat membantu menjaga stamina ibu selama proses persalinan sekaligus mendukung kesehatan janin," ujar dr. Gustaf.
Kesiapan mental sama pentingnya dengan kesiapan fisik. Rasa cemas atau takut menjelang melahirkan adalah hal yang wajar. Tidak perlu dipendam. Komunikasi terbuka dengan dokter bisa menjadi jalan keluar. Tanyakan tentang proses persalinan, pilihan metode melahirkan, hingga kemungkinan tindakan medis yang diperlukan. Semua itu bisa membantu ibu merasa lebih tenang.
Dukungan dari pasangan dan keluarga juga tidak bisa diremehkan. Mereka berperan besar dalam membantu ibu merasa lebih percaya diri.
"Menjelang persalinan, selain mempersiapkan kondisi fisik dan mental, calon ibu juga perlu menentukan tempat persalinan yang nyaman serta sesuai dengan kebutuhan ibu dan bayi. Lingkungan yang mendukung, kemudahan akses terhadap dokter, serta layanan yang terintegrasi sejak masa kehamilan hingga masa pemulihan setelah melahirkan dapat membantu ibu menjalani proses persalinan dengan lebih tenang," tuturnya.
Untuk menjawab kebutuhan itu, Mayapada Hospital Jakarta Timur (MHJT) bersiap hadir di Jakarta Garden City. Rumah sakit ini akan memiliki layanan Women & Children Center. Layanan ini didukung oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dokter spesialis anak, serta tim multidisiplin yang berpengalaman. Mereka akan mendampingi ibu sejak masa kehamilan, saat persalinan, hingga masa pemulihan setelah melahirkan.
MHJT juga memiliki layanan unggulan lain. Ada layanan Pediatric untuk anak, Cardiovascular untuk jantung dan pembuluh darah, Trauma & Orthopedic untuk trauma dan ortopedi, Gastrohepatology untuk masalah pencernaan dan hati, serta Urology untuk saluran kemih. Layanan Emergency 24/7 juga tersedia. Tim dokter spesialis siaga di tempat selama 24 jam. Mereka mencakup spesialis penyakit dalam, anak, kebidanan dan kandungan, bedah umum, hingga anestesi. Semua siap menangani berbagai kondisi kegawatdaruratan.
Informasi lebih lanjut tentang layanan MHJT bisa didapatkan melalui Call Center 150770, Emergency 150990, atau aplikasi MyCare. Masyarakat juga bisa mengakses berbagai informasi kesehatan melalui fitur Health Articles & Tips. Ada juga fitur Personal Health yang terintegrasi dengan Google Fit dan Health Connect. Fitur ini membantu memantau detak jantung, jumlah langkah, kalori yang terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).
Intinya, persalinan yang aman adalah hasil dari persiapan menyeluruh sejak awal kehamilan. Pemeriksaan rutin, nutrisi, istirahat, dan dukungan mental adalah kunci. Memilih tempat bersalin yang tepat dengan layanan terintegrasi juga bisa membuat prosesnya lebih lancar. Semua ini bertujuan agar ibu dan bayi melewati momen penting tersebut dengan selamat dan tenang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Psikolog Ungkap Gangguan Tidur Pemicu Emosi Usai Nonton Bola
9 dari 10 Penderita Diabetes di Jakarta Tak Sadar
Warga Prancis Serbu AC Murah, Antre Panjang Picu Keributan
Minum Kopi Tiap Hari? Ini Efeknya pada Hati Anda
Kasus Sifilis dan Gonore Melonjak, Banyak Obat Tak Lagi Ampuh
Rahasia Umur Panjang: 5 Makanan Ini Dikonsumsi Centenarian
Berita Terbaru
Rooney: Messi Satukan Tim, Ronaldo Jadi Beban
Sabrina Chairunnisa Mundur dari Program S3 UI
Status Siaga Gunung Anak Krakatau, Warga Diminta Jauh
Polisi Tahan 3 Tersangka Tambang Ilegal Timbun Penambang di Tebo
Kaleng Biskuit Menyangkut di Kepala Balita, Damkar Ciamis Turun Tangan
AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran, Buntut Serangan Kapal di Selat Hormuz
Hiu Tutul Kembali ke Pasuruan, Sewa Perahu Rp30 Ribu
Pembeli QRIS Dimaki 'Tuli' Penjual Ayam
