Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Gambar atau konten salah?
Di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kota Batu, peternak sapi perah sudah memulai persiapan sejak awal musim kemarau. Mereka memikirkan cara agar pasokan pakan hijau tetap terjaga ketika cuaca kering.
“Saat ini kondisi produksi susu dan ketersediaan rumput sebenarnya masih tergolong aman. Pasalnya, intensitas hujan beberapa waktu lalu masih cukup rutin terjadi,” kata Munir, salah satu peternak di Dusun Brau, pada 04 Juni 2026. Ia menambahkan, “Ini masih awal musim kemarau ya. Kemarin‑kemarin itu hujan masih rutin. Makanya cadangan rumput itu masih banyak, baik di sawah, ladang, maupun di area yang kita kerja sama dengan Perhutani.”
Menurut prediksi, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi antara bulan Juli hingga September. Untuk mencegah rumput kering, peternak di Brau mulai mempercepat perawatan ekstra pada lahan hijauan. Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri menjelaskan, “Ya merawat tanaman hijauannya ya. Dikasih pupuk, terus juga disemprot. Terus tanahnya juga digemburkan biar tidak padat.”
Munir tidak menutup kemungkinan bahwa musim kemarau panjang tetap menjadi tantangan. Ia menyebut, “Sebagai solusi ya kita lebih intensif melakukan perawatan lahan agar kebutuhan rumput tetap terpenuhi selama musim kemarau.”
Peternak masih mengandalkan pakan konvensional dan belum menerapkan sistem penyimpanan pakan modern seperti silase. Dusun Brau dikenal sebagai sentra sapi perah di Kota Batu, dengan jumlah 2.500 ekor sapi yang menghasilkan rata‑rata 10 ribu liter susu segar setiap harinya.
Dengan langkah-langkah perawatan yang intensif, para peternak berharap pasokan pakan tetap stabil. Meski cuaca kering, mereka tetap optimis menjaga produksi susu tetap terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
