Peternakan Unta Mojokerto: Pemeliharaan Lebih Mudah dari Sapi
Gambar atau konten salah?
Berkah Wafa Farm di Mojokerto, Jawa Timur, memulai budidaya unta baru-baru ini. Sekitar dua bulan terakhir, peternakan ini mengimpor tujuh unta dari Australia dan menempatkan empat di kandang khusus. Meskipun iklim Indonesia berbeda dengan habitat asal unta, pemiliknya mengaku pemeliharaan unta lebih mudah daripada sapi.
Faisal Effendi, 45 tahun, pengelola farm, mengatakan, “Pemeliharaan lebih mudah unta daripada sapi.” Ia menegaskan hal tersebut kepada wartawan di lokasi pada hari Rabu, 13 Mei 2026. Sebelumnya, peternakan ini sudah beroperasi dua tahun untuk budidaya sapi. Kini, fokusnya bergeser ke unta.
Di Dusun Dateng, Desa Watesnegoro, Ngoro, Mojokerto, Berkah Wafa Farm menampung empat unta: dua jantan dan dua betina. Setiap unta diberi nama, yakni Bela, Heri, Bimbim dan Lala. Nama-nama ini menambah keunikan peternakan yang belum pernah menjadi tempat wisata.
Kandang khusus dibuat dengan lantai berpasir sungai. Pasir ini membantu mengurangi kelembapan di dalam kandang dan sekaligus menjadi media bagi unta membersihkan diri. “Alhamdulillah awal datang untanya kurus, sekarang sudah pada berisi. Kulitnya juga tidak ada masalah. Biasanya unta sering bermasalah di kulit, ada parasit, kutu. Artinya di sisi cocok,” jelas Faisal.
Perawatan unta di farm ini lebih sederhana dibanding sapi. Setiap pagi, unta dimandikan dengan air bersih agar kebersihannya terjaga. Pakan yang diberikan berupa comboran dan rumput yang tidak terlalu basah. Karena unta lebih jinak, mereka senang digembala di kebun area peternakan. Faisal menggembalakan unta dua kali sehari, pukul 10.00 dan 15.00 WIB, untuk menghindari stres.
Faisal menambahkan, “Sebulan sekali dikasih vitamin, sudah divaksin LSD dan PMK. Wortel untuk mengajari feeding supaya unta lebih jinak dengan kita. Meskipun bukan tempat wisata, kalau untanya jinak kan kita senang, teman-teman ga takut.”
Hingga kini, fokus farm adalah penggemukan dan penyehatan empat unta. Ketika tiba di Berkah Wafa Farm, mereka masih kurus. Faisal menekankan pentingnya menyiapkan unta sehat dan gemuk sebelum mereka mulai birahi. “Kami fokuskan supaya sehat dan gemuk dulu agar birahinya kembali, sama dengan sapi dan kambing. Setelah fisiknya oke, akan muncul birahi, ada siklusnya, ini yang kami pelajari. Perkawinannya alami, belum tahu pagi atau malam. Karena belum ada kawin suntik untuk unta di Indonesia,” tutupnya.
Dengan pendekatan sederhana dan perhatian khusus, Berkah Wafa Farm menunjukkan bahwa budidaya unta di Indonesia dapat berjalan lancar meski kondisi iklim berbeda. Fokus pada kesehatan dan kebersihan, serta pemeliharaan yang rutin, menjadi kunci kesuksesan peternakan ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prancis & Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
Norwegia vs Inggris: Ujian Perempat Final Piala Dunia
Perempat Final Piala Dunia: Norwegia Vs Inggris, Argentina Vs Swiss
11 Kabupaten Jatim Siaga Darurat Kekeringan
Bacaan Doa dan Dzikir Lengkap Setelah Sholat Tahajud
Penutupan Rute Feri Picu Macet Parah di Ketapang
Berita Terbaru
Diskon Transmart: Sepeda Anak Mulai Rp 1,03 Juta
17 Karya Mahasiswa DKV IDB Bali Ramaikan Pameran Seni di KEK Kura Kura
Remaja 16 Tahun Dianiaya Oknum Mengaku Intel
7 Pose Yoga Sebelum Tidur, Bantu Redakan Stres dan Perbaiki Kualitas Istirahat
15 Turis India Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Phu Quoc
Badai Bavi Lumpuhkan Penerbangan Singapura-Taiwan-Shanghai
Inggris Hadapi Norwegia di Perempatfinal Piala Dunia
Sprint MotoGP Jerman: Marc-Marquez Kalahkan Alex Marquez