Peziarah Padati Areal Pemakaman Masjid Raya Al Mashun Medan
Gambar atau konten salah?
Areal pemakaman di Masjid Raya Al Mashun Medan dipadati peziarah setelah salat Id. Tradisi ziarah kubur menjadi bagian penting perayaan Idul Fitri.
Fadli, salah satu pengurus masjid, mengatakan tradisi ini sudah berlangsung lama. Ziarah biasanya terjadi pada momen tertentu, termasuk saat Lebaran. “Orang‑orang berziarah selalu ada di sini, sebelum puasa atau setelah lebaran abis salat. Kalau ada keluarga di sini, biasanya berziarah,” katanya, Sabtu (21 Maret 2026).
Menurutnya, makam di dalam masjid menjadi tempat istirahat bagi anggota keluarga Kesultanan Deli. Makam di luar masjid merupakan tempat bagi kerabat kesultanan. “Di dalam keluarga sultan, yang di luar, kerabatnya,” tambahnya.
Wan Raudah, seorang peziarah, rutin ziarah setiap tahun, baik menjelang Ramadan maupun setelah salat Idul Fitri. Tradisi ini menjadi cara bagi dia tetap terhubung dengan keluarga yang telah berpulang. “Saya bagian dari keluarga Kesultanan Deli, tapi jauh. Tiap tahun ziarah ke sini, mau menyambut puasa sama setelah salat id. Sekalian nengok orang tua, adik‑adik mamak dimakamkan di sini. Di sini lah rata‑rata. Orang tua saya di sini juga,” tuturnya.
Ringkasan: Tradisi ziarah kubur di Masjid Raya Al Mashun Medan tetap berlangsung setiap tahun, menghubungkan anggota keluarga Kesultanan Deli dengan makam mereka. Peziarah, baik yang tinggal dekat maupun jauh, melakukannya sebelum puasa, setelah lebaran, maupun menjelang Ramadan, menjaga ikatan spiritual dan kenangan keluarga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
