PFpreneur: 3.489 Wirausaha Perempuan Ikut Sosialisasi Daring

Kartika D. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 116 dibaca
Bisik.id
PFpreneur: 3.489 Wirausaha Perempuan Ikut Sosialisasi Daring

Gambar atau konten salah?

Selasa, 21 April 2024, 3.489 wirausaha perempuan hadir secara daring untuk mengikuti sosialisasi Pra‑Kurasi Program PFpreneur 2026. Mereka terpilih dari 8.196 pendaftar yang melewati seleksi administrasi.

Peserta yang masuk tahap pra‑kurasi akan menerima pembekalan dasar usaha. Materi mencakup peran founder, pemahaman karakteristik pelanggan, hingga penentuan nilai produk atau usaha. Pra‑kurasi merupakan langkah pertama dari empat tahap program: pra‑kurasi, kurasi 1, kurasi 2, dan kurasi final.

Belajar dilakukan secara asinkron lewat platform e‑learning PFseries. Di sana tersaji video pembelajaran serta tugas pre‑test dan post‑test. Kurikulum menekankan penguatan mindset wirausaha, analisis pasar dan konsumen, pengelolaan SDM dan keuangan, strategi pemasaran, serta peningkatan kapasitas digital dan penjualan.

“Wirausaha perempuan adalah sosok Kartini yang berperan penting dalam menggerakan ekonomi Indonesia. Untuk itu, kami memiliki program khusus perempuan yang bernama PFpreneur yang memang dirancang sebagai program pembinaan dasar yang akan memperkuat fondasi para womenpreneur sebelum nantinya kami bawa naik kelas ke pembinaan UMKM tingkat lanjut di Pertamina Grup, misalnya UMK Academy.” ujar Fety, Manager SMEPP PT Pertamina (Persero).

Fety menambahkan: “Program PFpreneur disebut menjadi tahap awal sebelum peserta masuk ke program lanjutan seperti Pertamina UMK Academy, Pertamina SMEXPO, hingga UMK Go Global.”

Sejak diluncurkan pada 2020, program ini telah membina 6.325 UMKM perempuan dari sektor kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis. Salah satu peserta, Rifera dari Sumatera Selatan, mengembangkan produk eco‑fashion berbahan kulit kayu dan serat alami. Usaha rumahan menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan dan tampil dalam Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026.

Peserta lain, Sofyani Mirah dari Yogyakarta, memulai usaha olahan pisang tanpa pewarna dan pengawet. Setelah mengikuti program, ia melanjutkan ke UMK Academy, mengikuti Trade Expo Indonesia, hingga menjalin kerja sama dengan pembeli dari China dan Kanada, serta meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan: “PFpreneur bukan sekadar program pelatihan. Ini adalah ekosistem yang kami rancang agar setiap perempuan pelaku usaha di Indonesia, dari mana pun asalnya, bisa mandiri, menginspirasi, dan menghidupi orang lain lewat wirausaha yang mereka jalankan layaknya semangat Kartini.”

Agus menutup: “Program ini menunjukkan bahwa Pertamina hadir bukan hanya sebagai perusahaan energi, tetapi sebagai energi penggerak keberdayaan perempuan Indonesia.”

Program PFpreneur menempatkan perempuan wirausaha di garis depan, memberi mereka alat dan pengetahuan untuk tumbuh. Dengan struktur bertahap dan dukungan berkelanjutan, program ini membantu mereka menembus pasar nasional dan internasional, sekaligus memperkuat jaringan UMKM perempuan di seluruh negeri.

PFpreneurPertaminawirausaha perempuanUMKMpra‑kurasieco‑fashionUMK Academy

Komentar

Memuat komentar...