PG Meritjan Sambut Musim Giling 2026 lewat Tebu Manten
Gambar atau konten salah?
Di kota Kediri, suasana berbeda terasa di kawasan PG Meritjan pada Sabtu, 30 Mei 2026. Dua batang tebu pilihan dihias seperti pasangan pengantin, lalu diarak keliling pabrik sebelum dipertemukan di area Stasiun Stamvfloor untuk prosesi resepsi tebu manten.
Tradisi ini sudah turun‑turun di industri gula, menjadi simbol dimulainya musim giling dan harapan agar proses produksi berjalan lancar serta menghasilkan panen melimpah. Batang tebu yang dihias dipandu oleh jajaran Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) PG Meritjan. Sejumlah petani, karyawan pabrik, tokoh masyarakat, dan tamu undangan turut menyaksikan prosesi yang sarat makna.
Di acara tersebut hadir Direktur SDM PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Affan Safiq, General Manager PG Meritjan Tites Agung Priyono, para petani mitra, serta sejumlah tokoh masyarakat. Bagi warga sekitar, tebu manten bukan sekadar seremoni, melainkan simbol persatuan antara pabrik dan petani yang selama puluhan tahun menjadi denyut nadi industri gula di Kediri.
Menurut Tites Agung Priyono, pelaksanaan tebu manten menandai kesiapan pabrik memasuki musim giling tahun 2026. “Alhamdulillah resepsi tebu manten hari ini berjalan lancar dan kami siap melaksanakan giling 2026,” kata Tites kepada detikJatim, Sabtu, 30 Mei 2026.
PG Meritjan dijadwalkan mulai menggiling tebu pada 12 Juni 2026. Tahun ini perusahaan menargetkan tebu giling mencapai 2,5 juta kuintal dengan rendemen sebesar 7,5 persen. Target tersebut meningkat dibanding capaian musim giling tahun lalu yang mencapai sekitar 2,2 juta kuintal tebu.
“Kami optimistis target tahun ini bisa tercapai. Salah satunya karena dukungan program pemerintah melalui CPCL bongkar ratoon yang sudah mulai kami jalankan sejak tahun lalu,” ujarnya. Tites menegaskan, keberhasilan musim giling tidak bisa dicapai pabrik seorang diri. Karena itu, kolaborasi dengan petani mitra yang tergabung dalam APTR PG Meritjan terus diperkuat untuk menjaga pasokan tebu berkualitas.
“Kami terus membangun sinergi dengan para petani. Kunci keberhasilan giling adalah kebersamaan antara pabrik dan petani dalam menghasilkan tebu yang manis, bersih, dan segar,” tambahnya. Optimisme juga disampaikan Direktur SDM PT SGN, Affan Safiq. Ia menilai, kesiapan teknis maupun koordinasi antara pabrik, petani, dan lingkungan sekitar menjadi modal penting menghadapi musim giling tahun ini.
Menurut Affan, hasil General Steam Test yang mencapai 99,03 persen menunjukkan seluruh stasiun mesin berada dalam kondisi siap operasi. “Dengan persiapan yang matang, koordinasi yang baik dengan petani serta dukungan lingkungan sekitar, saya optimistis PG Meritjan tahun ini akan bangkit dan mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua APTR PG Meritjan, H. Mahmud Pujianto, menegaskan komitmen petani untuk mendukung kelancaran musim giling tahun ini dengan memasok tebu berkualitas ke PG Meritjan. Ia menyebut, keberadaan PG Meritjan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat Kediri dan sekitarnya.
“PG Meritjan adalah perusahaan gula tertua di Kediri. Kita harus menjaga dan menguri-uri keberlangsungan perusahaan ini karena keberadaannya sangat membantu ekonomi masyarakat,” ujar Mahmud.
Acara tebu manten ini menegaskan kembali tradisi, kerja sama komunitas, dan pentingnya industri gula bagi ekonomi lokal di Kediri. Dengan dukungan petani, teknologi, dan koordinasi yang baik, PG Meritjan berupaya mencapai target produksi yang lebih tinggi dan memperkuat peranannya sebagai pemangku industri gula di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
