PLN Aceh Terus Bekerja, Dua Gardu Belum Normal, Listrik Padam

Yuli S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 254 dibaca
Bisik.id
PLN Aceh Terus Bekerja, Dua Gardu Belum Normal, Listrik Padam

Gambar atau konten salah?

Listrik di sebagian wilayah Aceh masih padam hingga siang ini. PLN menyebutkan dua gardu induk belum memiliki tegangan. Warga di Pidie dan Bener Meriah mengaku listrik padam sejak tadi malam, sementara beberapa tempat sudah menyala kembali.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menjelaskan situasi. Dari total 21 gardu induk di Aceh, 19 sudah bertegangan. Dua gardu lain, GI Samadua dan GI Blang Pidie, masih dalam tahap penormalan.

"Sementara untuk GI Singkil sudah berhasil bertegangan dan saat ini sedang dalam proses pembebanan secara bertahap," kata Eddi dalam keterangannya, Sabtu, 23 Mei 2026.

Suplai listrik untuk Banda Aceh saat ini mencapai 61 Megawatt (MW), dibandingkan rata‑rata beban pagi sebesar 80 hingga 90 MW. Daya tersebut ditopang oleh GI Banda Aceh, Ulee Kareng, Krueng Raya, dan Jantho.

Semua Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Banda Aceh telah beroperasi. PLTD Lueng Bata (7,7 MW), Ulee Kareng (12 MW), dan Krueng Raya (7 MW) berkontribusi. PLTD di Ayangan (Aceh Tengah) dan PLTD Isolated di Kota Fajar memikul beban 2,4 MW.

Untuk sistem kelistrikan di Pulau Sabang dan Kepulauan Simeulue, Eddi menegaskan kondisi normal. "Untuk sistem kelistrikan di Pulau Sabang dan Kepulauan Simeulue dipastikan dalam kondisi normal dan tidak terimbas oleh dampak pemadaman," jelasnya.

PLN Aceh memobilisasi genset mobile dan genset portable secara masif ke wilayah Meulaboh dan sekitarnya. Langkah ini bertujuan mem-back up fasilitas strategis publik selama proses penormalan Nagan 1 hingga Nagan 4.

Ratusan personel, tersebar dari UP3 Langsa hingga Banda Aceh, telah disiapkan. Mereka mengatur manajemen pembagian beban agar wilayah yang masih padam dapat segera dialiri listrik secara bergilir.

"Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan stakeholder dan pelanggan. Kami memohon maaf dan doa dukungan dari seluruh masyarakat agar sistem kelistrikan Aceh dapat segera pulih sepenuhnya," ujar Eddi.

Pemadaman total sebelumnya terjadi sekitar pukul 18.44 WIB, Jumat, 22 Mei 2026. Saat itu, listrik sempat berkedip‑kedip sebelum akhirnya mati total, tepat saat warga hendak melaksanakan ibadah salat Magrib.

Dengan langkah mobilisasi genset, penempatan personel, dan koordinasi intensif, PLN Aceh berupaya mempercepat pemulihan sistem kelistrikan. Meskipun masih ada beberapa gardu yang belum normal, upaya ini menunjukkan komitmen untuk mengembalikan pasokan listrik ke seluruh wilayah Aceh.

AcehPLNGardu IndukPemadamanGensetPLTDBanda Aceh

Komentar

Memuat komentar...