Polda Bali Perkuat Patroli & Cakrawasi untuk Keamanan Pariwisata
Gambar atau konten salah?
Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya memimpin pertemuan strategis pada Selasa, 07 April 2026 di Gedung Presisi Polda Bali. Rapat itu menampung para pemangku kepentingan pariwisata, termasuk anggota DPD RI Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, Kepala Dinas Pariwisata, serta pelaku industri.
Daniel menegaskan bahwa keamanan Pulau Dewata bukan hanya tugas polisi. Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi fondasi utama keberlangsungan sektor pariwisata yang telah menjadi tulang punggung ekonomi Bali.
"Keamanan Bali bukan hanya tanggung jawab Polri, melainkan tugas kita bersama. Tanpa stabilitas keamanan, tidak akan ada pariwisata dan tanpa pariwisata, tidak akan ada stabilitas ekonomi," tegas Daniel.
Ia menempatkan Bali sebagai etalase Indonesia yang tetap menjadi destinasi wisata favorit dunia. Selain itu, Bali juga berperan sebagai pusat investasi, penyumbang devisa, dan penggerak citra bangsa.
"Bali sebagai etalase Indonesia tetap menjadi destinasi favorit dunia. Tidak hanya sebagai pusat pariwisata, tetapi juga penggerak investasi, devisa, dan citra bangsa," ujarnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menunjukkan realisasi investasi pada 2025 mencapai sekitar Rp 42 triliun. Angka tersebut didominasi penanaman modal asing di sektor real estate dan pariwisata, menegaskan posisi Bali sebagai kawasan ekonomi strategis nasional.
Namun, tingginya mobilitas wisatawan dan investasi menimbulkan tantangan kompleks. Mulai dari kemacetan, pelanggaran lalu lintas dan norma adat oleh wisatawan asing, penyalahgunaan izin tinggal, aktivitas usaha ilegal oleh warga negara asing, hingga potensi tindak pidana konvensional maupun transnasional.
"Kita patut bersyukur atas kontribusi pariwisata terhadap ekonomi daerah. Namun, peningkatan jumlah wisatawan juga membawa konsekuensi tantangan yang semakin kompleks," kata Daniel.
"Menindak pelaku kejahatan adalah prestasi, tetapi mencegah terjadinya kejahatan adalah kemuliaan. Oleh karena itu, upaya preventif harus menjadi orientasi utama kita bersama," tambahnya.
Untuk menanggulangi masalah tersebut, Polda Bali menyiapkan strategi pengamanan terintegrasi. Langkah pertama adalah penguatan patroli terpadu di kawasan wisata dan objek vital. Selanjutnya, peningkatan kehadiran polisi pariwisata dan bhabinkamtibmas.
Pengawasan lalu lintas wisata diperketat melalui rekayasa arus dan edukasi keselamatan bagi wisatawan. Sosialisasi aturan hukum dan norma budaya Bali juga terus digencarkan, agar para pengunjung memahami tata tertib setempat.
Operasi yustisi dan cipta kondisi dilaksanakan secara berkala, khususnya untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang melibatkan WNA. Polda Bali juga mengoptimalkan platform digital Cakrawasi, sistem pengawasan terpadu yang memungkinkan pendataan dan pemantauan orang asing secara real time. Aplikasi ini dirancang untuk mendeteksi dini potensi ancaman, termasuk keberadaan pelaku kejahatan internasional.
Anggota DPD RI Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik mengapresiasi langkah konkret Polda Bali. Ia mengajak semua pihak untuk mendukung dengan memasang CCTV di hotel, villa, dan area publik, serta aktif melaporkan keberadaan WNA melalui aplikasi Cakrawasi. Jika terjadi gangguan keamanan, segera laporkan melalui call center Polri 110.
"Mari kita dukung upaya ini dengan langkah nyata, seperti pemasangan CCTV di hotel, villa, dan area publik, serta aktif melaporkan keberadaan WNA melalui aplikasi Cakrawasi. Jika terjadi gangguan keamanan, segera laporkan melalui call center Polri 110," ujarnya.
Dengan penguatan kolaborasi antara aparat, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Bali diharapkan tetap menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berdaya saing global.
Secara keseluruhan, upaya Polda Bali menegaskan bahwa keamanan pariwisata memerlukan sinergi lintas sektor. Melalui patroli terpadu, sistem deteksi dini, dan edukasi budaya, diharapkan tantangan yang muncul akibat tingginya mobilitas wisatawan dapat diatasi. Keberlanjutan industri pariwisata, yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali, bergantung pada stabilitas keamanan yang terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah