Polda Jatim Hancurkan 346 Petasan 22,15 Kg Mesiu Tulungagung

Wahyu T. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 68 dibaca
Bisik.id
Polda Jatim Hancurkan 346 Petasan 22,15 Kg Mesiu Tulungagung

Gambar atau konten salah?

Tulungagung, 22 Maret 2026 – Unit Gegana Polda Jawa Timur mengeksekusi pemusnahan puluhan kilogram bubuk peledak petasan yang disita dari masyarakat. Petugas Gegana juga menghancurkan ratusan petasan siap ledak.

Kompol Maga Fidri Isdiawan, Kepala Bagian Operasi Polres Tulungagung, mengatakan proses pemusnahan berlangsung di kawasan Gunung Cemenung, Kecamatan Rejotangan. “Kami mengundang dari Gegana Brimob Polda Jatim dalam rangka untuk pemusnahan bahan peledak berupa petasan hasil dari tindakan kepolisian kita saat di bulan suci Ramadan. Selama kurang lebih 30 hari dari berbagai Polsek jajaran,” ujarnya.

Barang bukti yang dimusnahkan meliputi 346 buah petasan berbagai ukuran dan bubuk mesiu seberat 22,15 kilogram. Sitaan berasal dari Polsek Campurdarat, Tulungagung Kota, Besuki, Ngunut, Bandung, Gondang, Sumbergempol, dan Polsek Boyolangu. “Temuan paling banyak yaitu petasan yang berdiameter sekitar 10 cm dengan tinggi 25 cm. Itu ada sekitar puluhan ya, hampir 50, itu diamankan oleh Polsek Sumbergempol,” jelasnya.

Tim penjinak bom mengamankan lokasi dengan ketat. Warga dilarang mendekat. Sebelum dibakar, petugas mengeluarkan bubuk mesiu yang tertanam dalam petasan, lalu memisahkan puluhan kilogram bahan peledak lain. Selanjutnya, petugas membakar bahan peledak tersebut secara terkendali, tanpa menimbulkan ledakan besar.

Maga menambahkan bahwa mayoritas pelaku pembuatan petasan masih anak-anak. “Pada pelaku anak langsung dilakukan proses pembinaan dan dikembalikan ke orang tua masing-masing.” Untuk pelaku dewasa, polisi “memproses lebih lanjut dan kami naikkan ke tahap penyidikan.” Pemeriksaan menunjukkan pelaku memproduksi bubuk petasan sendiri dengan mencampurkan bahan baku yang dibeli secara daring. Mereka belajar meracik bahan peledak melalui media sosial. “Pelaku beli bahan baku secara terpisah di marketplace,” tambahnya.

Polisi mengimbau masyarakat tidak lagi memproduksi dan mengedarkan petasan karena dapat membahayakan diri sendiri dan lingkungan. Beberapa daerah telah mengalami korban jiwa dan luka akibat ledakan petasan. “Untuk Tulungagung Alhmdulillah tahun ini tidak ada laporan korban jiwa maupun kerugian materi,” sampaikan Maga.

Proses pemusnahan ini menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan publik, terutama di masa Ramadan. Dengan menindak tegas penyebaran bahan peledak, harapannya dapat mencegah potensi tragedi di masa depan.

Pemusnahan petasanGegana Polda Jawa TimurBubuk peledakPolsek TulungagungRamadanAnak-anak pembuat petasan

Komentar

Memuat komentar...