Polisi Evakuasi 11 Bayi dari Rumah Bidan di Sleman
Gambar atau konten salah?
Polisi mengevakuasi sebelas bayi dari rumah bidan di Kalurahan Hargobinangun, Pakem, Sleman pada 11 Juni 2026.
Setelah penyelidikan, polisi menemukan bahwa semua bayi tersebut merupakan hasil hubungan di luar nikah. “Ya, untuk bayi ini mayoritas memang, terus terang, di luar pernikahan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi.
AKP Mateus mengaku awalnya menerima kabar tentang 11 bayi yang dirawat di rumah bidan tersebut. Ia menelusuri lebih lanjut dan mengetahui bahwa bayi‑bayi itu dilahirkan dengan bantuan bidan berinisial ORP di wilayah Bayuraden, Gamping.
“Bayi itu dilahirkan di bidan di (Bayuraden gamping) itu. Bidan, salah satu bidan di sana,” kata Wiwit.
Awalnya hanya satu ibu yang menitipkan bayinya karena alasan tertentu. Namun situasi berkembang hingga total ada sebelas bayi yang dititipkan. “Si ibunya, yang pertama itu menitipkan kepada bidan tersebut untuk mungkin karena kemanusiaan, dan alasan tertentu dari yang menitipkan itu, bisa diterima oleh bidan itu,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan para orang tua bayi tersebut berstatus mahasiswa dan pekerja. “Ada yang bekerja, ada yang masih mahasiswa,” tambahnya.
Rumah di Pakem hanya digunakan sementara selama sekitar satu minggu, karena rumah utama di Gamping sedang ada kegiatan keluarga.
Rentang usia bayi yang dievakuasi mulai dari satu bulan hingga sepuluh bulan. Tiga bayi sempat dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung bawaan, hernia, dan kuning. Dua di antaranya kini sudah membaik.
Kasus ini menyoroti peran bidan dalam situasi darurat dan upaya polisi untuk memastikan kesejahteraan bayi yang terlibat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
