Polisi Tangkap Wanita Tertuduh Penculikan Anak di Wonokoyo
Gambar atau konten salah?
Video yang beredar di media sosial menampilkan seorang perempuan yang diamankan warga di Jalan Kalisari, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang. Warga menuduhnya hendak menculik anak, sehingga suasana menjadi panas.
Insiden itu terjadi pada 16 Mei 2026 malam sekitar pukul 19.30 WIB. Sebelum polisi datang, warga menahan perempuan tersebut setelah menerima pesan berantai di grup WhatsApp yang menyebut ada perempuan dengan motif bunga dan tas hijau yang diduga mencoba menculik anak.
Video menunjukkan perempuan itu dikerumuni warga, sementara beberapa orang mulai cekcok. Warga sudah sebelumnya khawatir karena kabar dugaan penculikan anak di wilayah tersebut. Untuk menghindari aksi main hakim sendiri, warga membawa perempuan itu ke kantor Kelurahan Wonokoyo.
Kapolsek Kedungkandang, Kompil M Roichan, mengonfirmasi adanya pengamanan terhadap perempuan tersebut. Namun setelah pemeriksaan, polisi menegaskan bahwa ia bukan pelaku penculikan. Bukan pelaku penculikan, tetapi ODGJ. Sudah kami amankan dan rencananya hari ini dijemput keluarga dari Gresik, kata Roichan kepada awak media pada 17 Mei 2026.
Perempuan itu bernama Fitriyah, berusia 49 tahun, dan berasal dari Kabupaten Gresik. Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan Fitriyah mendapat penanganan yang layak.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan medis dan psikologis menunjukkan Fitriyah terindikasi mengalami depresi berat. Untuk saat ini, dari hasil pemeriksaan perempuan tersebut mengalami depresi dan ODGJ. Sehingga melakukan perbuatan yang meresahkan warga dan saat ini sudah ditangani pihak terkait, ungkap Lukman kepada awak media pada 17 Mei 2026.
Lukman menambahkan bahwa suasana warga yang sudah panas dipicu oleh pesan berantai yang menyebar luas di grup WhatsApp. Dalam pesan tersebut disebutkan ada seorang perempuan yang kerap berpura‑pura menjadi pengemis di kawasan Baran Kambingan. Situasi memanas lagi ketika muncul kabar bahwa perempuan tersebut sempat mencoba menyeret seorang anak kecil, meski belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga yang panik kemudian langsung mengamankan Fitriyah saat melintas di kawasan Wonokoyo.
Untuk menghindari kericuhan, polisi bersama warga menyerahkan Fitriyah ke shelter Dinsos‑P3AP2KB Kota Malang sambil menunggu keluarganya datang menjemput. Wanita itu diamankan untuk menghindari hal‑hal yang tidak diinginkan. Saat ini sudah diserahkan ke shelter Dinsos‑P3AP2KB Kota Malang untuk dilakukan penanganan serta pendataan lebih lanjut, tandasnya.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana rumor di media sosial dapat memicu reaksi berlebihan di masyarakat. Penanganan cepat oleh polisi dan koordinasi dengan layanan sosial membantu mencegah situasi bereskalasi, sekaligus memastikan bahwa orang yang membutuhkan bantuan psikologis mendapatkan perawatan yang tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun