Polres Karawang Pasang Kuda-Kuda, Pantau Sosial Media May Day
Gambar atau konten salah?
Karawang – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, atau May Day pada 1 May 2026, Polres Karawang mulai memasang kuda-kuda. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap aksi anarkis dan hasutan provokatif di media sosial, sehingga menjadi pencegahan.
Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, menginstruksikan tim patroli siber untuk memantau ketat setiap aktivitas di jagat maya. Ia menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menyisir unggahan bernada provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan saat aksi unjuk rasa berlangsung.
Fiki menyatakan, “Kami juga berencana akan menyisir setiap unggahan khususnya di Karawang yang sekiranya berpotensi mengandung unsur provokatif dalam aksi unjuk rasa, akan kita lakukan tindakan.” Ia memimpin apel di Mapolres Karawang pada 27 April 2026, menegaskan tekad untuk menelusuri setiap unggahan yang dapat memicu ketegangan.
Selain memantau masyarakat, Fiki juga memberikan atensi khusus kepada internal kepolisian. Ia menuntut seluruh personelnya untuk menjaga etika dan lebih bijak saat berselancar di media sosial, demi menjaga marwah institusi. “Menghadapi pengamanan keberangkatan massa buruh dari wilayah Karawang menuju Jakarta. Saya minta seluruh anggota untuk memahami tugas dan tanggung jawab, dan selalu bijak menggunakan media sosial,” ujarnya.
Untuk memastikan instruksi tersebut berjalan tegak lurus, fungsi Propam diperintahkan untuk memperketat pengawasan disiplin. Pengawasan ini menyasar sikap dan perilaku personel, baik di lapangan maupun dalam aktivitas digital mereka sehari‑hari. “Sejalan dengan arahan pak Kapolri agar setiap anggota tetap profesional dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan institusi, khususnya dalam unggahan di media sosial, saya juga minta propam untuk fokus dalam penegakan disiplin terkait hal ini,” tegasnya.
Fiki menambahkan bahwa pengawasan internal terkait penggunaan media sosial akan dioptimalkan. Ia menegaskan bahwa setiap pelanggaran disiplin akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga meminta massa aksi agar tidak menyebarkan konten yang memicu provokasi. “Fungsi pengawasan internal terkait penggunaan medsos ini akan kami optimalkan, setiap pelanggaran disiplin akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku, kami juga minta agar massa aksi agar tidak menyebarkan konten yang memicu provokasi,” imbuhnya.
Menjelang May Day 2026, diprediksi sekitar 5 000 buruh akan bertolak dari Karawang menuju Jakarta. Fiki berharap seluruh rangkaian penyampaian aspirasi ini berjalan kondusif tanpa terhasut narasi negatif di media sosial. “Kami harap pengamanan May Day kali ini berjalan lancar, jumlah buruh dari Karawang diperkirakan 5 000 orang yang akan melaksanakan aksi terpusat di Jakarta, saat ini 2 500 orang sudah tervalidasi akan berangkat, semoga unjuk rasa kondusif sehingga tidak menimbulkan gangguan keamanan kepada masyarakat, dan para buruh jangan sampai terpancing narasi provokatif dari media sosial,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Polres Karawang menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama peringatan Hari Buruh. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh konten yang dapat memicu ketegangan. Sementara itu, aparat diharapkan memperkuat disiplin internal dan menjaga integritas institusi melalui pengawasan ketat di dunia maya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
624 Pendaftar Sekolah Maung Tampil Meski Sosialisasi Singkat
Sukabumi Bentuk Pokja BSAN, Fokus Kurangi Kekerasan Sekolah
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
