Poman 9 km Ditandu, Jalan Rusak Menghambat Kesehatan
Gambar atau konten salah?
Tuty Daulay, seorang wanita hamil dari Dusun Aek Nabara di Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, menghadapi perjalanan panjang menuju rumah sakit. Pada Senin, 11 Mei 2026, warga menempatkannya di atas kain dan menuntunnya dengan sebatang bambu. Belasan orang bergantian menggotong, melewati jalan pegunungan yang sulit.
Mantri Desa Samsul Bahri Sihombing yang awalnya diminta untuk memeriksa kondisi Tuty, tiba di lokasi pada Jumat, 8 Mei 2026 sore. Ia berangkat pada pukul 20.00 WIB, berjalan kaki. “Kan saya dapat telepon itu, makanya Jumat itu, sore berangkat ke sana tiba saya sampai di sana habis salat Isya, kira‑kira jam 8 malam. Ternyata saya cek, menurut amat saya tadi, bayi yang di dalam petut itu di kandungan ibu itu telah meninggal,” kata Samsul Bahri Sihombing saat dihubungi pada Senin, 11 Mei 2026.
Ia menyarankan agar Tuty dibawa ke rumah sakit di Sipirok untuk operasi. Warga memutuskan untuk pergi pada Sabtu, 9 Mei 2026 pagi. Mereka menggotong Tuty sejauh sekitar 30 kilometer menuju Dusun Hasahatan, Kecamatan Sipirok, demi mendapatkan mobil menuju rumah sakit. “Makanya saya anjurkan pada hari Sabtu tanggal 9, dibawa ke rumah sakit. Makanya dibawa, digotonglah, ditandu, rame‑rame. Sekitar perjalanan 7 jam menempuh 30 kilometerlah biar sampai ke Dusun Hasahatan, Kecamatan Sipirok, biar dapat mobil,” jelasnya.
Kelompok itu tiba di rumah sakit pada Sabtu, 9 Mei 2026 sore. Operasi dilakukan keesokan harinya, Minggu, 10 Mei 2026. Setelah operasi, Tuty selamat, namun bayi di dalam kandungannya meninggal. “Sampai di rumah sakit karena berhubung sudah sore, operasinya berlangsung hari Minggu, tanggal 10. Operasinya berjalan, ternyata ibu itu sehat, ternyata bayinya itu sudah meninggal,” ucapnya.
Samsul menjelaskan bahwa akses ke beberapa dusun di wilayah tersebut masih terhambat oleh infrastruktur yang belum terbangun. Ia menambahkan, “Dari dusun yang lain, Dusun itu kan orang itu satu desa tiga dusun. Pambongol itu, sudah dua kali kejadian kayak gitu juga, digotong menuju Kecamatan Arse. Itu pun sekitar 7 jam lah perjalanan itu.”
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya ada bidan yang ditugaskan di sana, namun bidan tersebut memilih pindah. “Bidan pun sudah pernah ditugaskan di sana, nggak tahan orang itu, ngurus pindah dia,” ungkapnya. Jaringan listrik PLN belum menyentuh permukiman warga di sana. Penerangan tenaga surya yang ada sudah banyak rusak, sehingga perlu perhatian pemerintah setempat. “Ada penerangan di situ tenaga surya, karena usianya sudah lama, sudah banyak yang rusaklah, nggak layak dipakai lagi. itulah butuh perhatian pemerintah, apa tenaga surya lagi dipasang yang baru, atau kincir,” tuturnya.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menanggapi peristiwa tersebut. Pada Selasa, 12 Mei 2026, ia mengucapkan belasungkawa atas kondisi Tuty. “Kami dari provinsi menyampaikan belasungkawa juga atas kondisi ini dan tadi anaknya disampaikan di rumah sakit sudah meninggal,” kata Bobby Nasution di Kantor Gubernur Sumatera Utara.
Ia menyatakan belum mengetahui detail lengkap peristiwa tersebut, namun menyimpulkan bahwa masalahnya terkait infrastruktur jalan. “Untuk detailnya saya belum termonitor, yang pasti persoalan bukan di fasilitas kesehatannya tapi persoalannya di infrastruktur jalan, jalan kabupaten, nanti akan kita cek apakah sudah dianggarkan bupati tahun ini atau seperti apa,” ungkapnya.
Ruas jalan yang rusak dalam video tersebut disebut milik Pemkab Tapanuli Selatan. Sedangkan ruas jalan provinsi penghubung di sekitar wilayah itu akan diperbaiki tahun ini. Pemprov Sumut dapat membantu daerah dalam membangun infrastruktur melalui skema bantuan keuangan provinsi (BKP). Namun Bobby mengaku belum mengetahui apakah jalan yang viral itu sudah diajukan atau tidak oleh Pemkab Tapanuli Selatan. “Ruas jalan provinsi di dekat situ sudah kita anggarkan tahun ini, nanti kita lihat karena dana provinsi ada bantu infrastruktur daerah melalui BKP ini tergantung pengajuan dari daerah masing-masing, ini ada beberapa kilometer juga kita bantu di Tapsel baik yang terkena bencana secara langsung atau tidak langsung,” ujarnya.
Dalam hal fasilitas kesehatan, Bobby menyebutkan bahwa Pemprov Sumut telah menyiapkan anggaran untuk membantu rawat inap di Puskesmas. Program tersebut seharusnya dilaksanakan tahun 2027, namun dipercepat menjadi tahun ini karena pemangkasan dana transfer ke daerah (TKDK) dibatalkan presiden. “Ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, boleh dicek, dari yang saya sampaikan kemarin tolong kabupaten/kota itu Puskesmas nya dibuat standarnya sudah ada, ketika sudah mencapai standar yang ada kami dari pemerintah provinsi akan membantu ini Puskesmas untuk bisa menjadi Puskesmas rawat inap, ini sudah masuk program dan sudah kita sampaikan, ini harusnya dimulai tahun 2027 tapi kita percepat di tahun ini karena ada bantuan TKD,” sebutnya.
Salah satu persyaratannya adalah jarak rumah sakit ke desa di atas 30 kilometer. Pengajuan ini harus melalui kabupaten/kota. “Kita cek jarak dari rumah sakit ke desa‑desa yang lebih dari 30 kilometer itu kita harapkan Puskesmas dibuat rawat inapnya, kita siapkan keuangannya, ini tergantung daerahnya mengajukan atau tidak, kan Puskesmas itu di kabupaten/kota,” tuturnya.
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, enggan merespons saat ditanya soal ibu hamil tersebut. Namun berdasarkan unggahan di media sosial, Gus terlihat mengunjungi dusun Tuty Daulay. Video “Miris! Wanita di Poman Ditandu 9 Km ke Puskesmas gegara Jalan Rusak” menunjukkan perjalanan panjang yang dialami warga.
Peristiwa ini menyoroti tantangan akses kesehatan di daerah terpencil. Jalan yang rusak, kurangnya tenaga medis, dan keterbatasan listrik membuat perjalanan menuju rumah sakit memakan waktu lama. Meskipun Tuty selamat, bayi di dalam kandungannya tidak dapat diselamatkan. Pemerintah daerah dan provinsi diharapkan segera memperbaiki infrastruktur jalan dan memperkuat fasilitas kesehatan agar warga tidak lagi harus menanggung risiko serupa di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
