Ponorogo butuh 4.000 Juleha, hanya 500 bersertifikat

Putri N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Ponorogo butuh 4.000 Juleha, hanya 500 bersertifikat

Gambar atau konten salah?

Di Kabupaten Ponorogo, masih banyak kekurangan tenaga penyembelih bersertifikat, yang dikenal dengan sebutan Juleha. Hanya sekitar 500 orang yang memiliki sertifikat di Bumi Reog, sementara jumlah masjid dan musala mencapai ribuan titik.

Situasi ini menjadi perhatian serius menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Proses penyembelihan hewan kurban harus mematuhi syariat Islam sekaligus standar halal yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Tohari, jumlah Juleha saat ini belum mampu menutupi kebutuhan penyembelihan di daerah tersebut. Ia mengatakan, “Kalau melihat jumlah tempat ibadah, tentu masih sangat kurang. Saat ini Juleha bersertifikat baru sekitar 500 orang,” ujar Tohari kepada wartawan, 15 Mei 2026.

Tohari menambahkan bahwa ada lebih dari 2.300 unit masjid dan lebih dari 3.600 titik musala di Ponorogo. Setiap lokasi yang melaksanakan penyembelihan hewan kurban memerlukan tenaga yang benar memahami tata cara penyembelihan halal.

Ia menekankan, “Kalau setiap masjid melaksanakan penyembelihan, tentu kebutuhan tenaga profesional sangat banyak. Karena itu pelatihan seperti ini penting untuk terus dilakukan,” katanya.

Pelatihan Juleha juga merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Undang-undang tersebut mewajibkan produk yang beredar dan dikonsumsi masyarakat memiliki jaminan halal, termasuk daging hasil penyembelihan.

Tohari menegaskan, “Hewan kurban yang nanti dibagikan ke masyarakat harus dipastikan proses penyembelihannya sesuai syariat dan ketentuan halal,” terangnya.

Ia menilai keberadaan Juleha sangat penting karena masyarakat setiap hari mengonsumsi produk berbahan daging maupun unggas. “Ini sangat urgen karena berkaitan dengan ajaran agama sekaligus amanat undang-undang. Kita ingin para penyembelih benar-benar memahami proses penyembelihan halal,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menilai pelatihan Juleha memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Ia mengungkapkan, “Dengan adanya Juleha, masyarakat bisa mendapatkan dan menikmati makanan yang benar-benar halal,” ujar Lisdyarita.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 282 peserta dari berbagai daerah. Selain dari Ponorogo, peserta juga datang dari Ngawi, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, hingga Kediri.

Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga menjalani praktik penyembelihan agar dapat memahami langsung prosedur penyembelihan halal sesuai standar yang berlaku.

Dengan adanya tenaga penyembelih bersertifikat, kualitas dan kehalalan daging yang dikonsumsi warga dapat lebih terjamin. Kebutuhan akan Juleha yang kompeten menjadi kunci untuk memastikan proses kurban berjalan sesuai syariat dan standar halal, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk daging halal di daerah tersebut.

JulehaPonorogoTenaga Penyembelih BersertifikatIdul Adha 2026Produk HalalUndang-Undang 33/2014

Komentar

Memuat komentar...