Ponsel Tak Menyebabkan Kanker, Studi WHO 2024 Menegaskan

Hendra M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
Ponsel Tak Menyebabkan Kanker, Studi WHO 2024 Menegaskan

Gambar atau konten salah?

Radiasi ponsel sering menjadi topik perbincangan. Banyak orang bertanya apakah penggunaan HP dapat memicu kanker atau penyakit lain. Menurut National Cancer Institute (NCI), ponsel memang memancarkan radiasi frekuensi radio. Radiasi ini berenergi rendah, sama seperti yang ditemukan pada TV, microwave, dan Wi‑Fi. Jadi, paparan radiasi dari ponsel tidak unik dibandingkan perangkat elektronik lain yang biasa dipakai.

Perhatian utama muncul karena ponsel biasanya diletakkan dekat kepala dan sering digunakan dalam waktu lama. Namun, radiasi non‑pengion dari ponsel tidak termasuk jenis radiasi yang terbukti meningkatkan risiko kanker, seperti sinar‑X atau radiasi radioaktif. Dr Herbert Newton, ahli neuro‑onkologi, menjelaskan bahwa radiasi ponsel sangat rendah dan belum ada bukti kuat bahwa dosis rendah tersebut dapat menyebabkan kanker.

Studi besar yang didanai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2024 melibatkan hampir 5.000 peserta. Hasilnya menunjukkan tidak ada hubungan antara penggunaan ponsel dan peningkatan risiko kanker otak, bahkan bagi pengguna jangka panjang. “Itu adalah studi terbaik yang pernah kami lakukan, studi terlengkap. Ini adalah kabar baik bagi orang-orang bahwa telepon seluler mereka tidak secara otomatis akan memberi mereka tumor otak atau tumor kepala,” ujar Dr Newton, dikutip dari Men’s Health.

Di sisi lain, beberapa orang mengaitkan ponsel dengan penyakit jantung. Dr Karishma Patwa, ahli jantung, menegaskan tidak ada hubungan sebab‑akibat yang jelas antara radiasi ponsel dan penyakit kardiovaskular. Meski radiasi ponsel dinilai relatif aman, para ahli memperingatkan risiko lain yang lebih nyata, seperti kecanduan layar. Penggunaan ponsel berlebihan dapat menimbulkan kelelahan mata, nyeri leher, bahu, dan punggung. Juga, penggunaan lama dapat meningkatkan gejala depresi dan kecemasan.

Untuk yang masih khawatir, Dr Newton menyarankan mengurangi paparan dengan tidak menempelkan ponsel terlalu sering ke telinga. Gunakan speaker atau kirim pesan teks bila memungkinkan. Kesimpulannya, bukti ilmiah saat ini menunjukkan penggunaan ponsel tidak meningkatkan risiko kanker atau penyakit jantung. Namun, bijak dalam penggunaannya tetap penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Penggunaan ponsel yang sadar akan dampak fisik dan psikologisnya dapat membantu meminimalkan potensi risiko yang tidak diinginkan.

radiasi ponselkankerWHOkardiovaskularkecanduan layardepresipenyakit jantung

Komentar

Memuat komentar...