Prabowo Pimpin KEM-PPKF 2027: Target Pertumbuhan 5,8-6,5%
Gambar atau konten salah?
Penjabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menanggapi pidato Presiden Prabowo Subianto di Rapat Paripurna DPR RI pada Rabu, 20 Mei 2026. Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok‑Pokok Kebijakan Fiskal (KEM‑PPKF) untuk RAPBN tahun anggaran 2027.
“Kita optimis, optimis dengan prospek ekonomi kita,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta Selatan. Ia menegaskan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat tumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan Prabowo.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang positif dapat meningkatkan optimisme investasi domestik. Saat ini, IHSG berhasil memotong koreksi sebesar 0,60 % menjadi 6.332,17. Sebelumnya, indeks sempat melemah hingga 2,25 % menjadi 6.227,41 sekitar pukul 11.19 WIB.
“Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, dengan kemudahan berusaha dan investasi, tentu kita optimis,” tambahnya.
Prabowo menegaskan beberapa target ekonomi dalam pidatonya. Untuk pertumbuhan ekonomi, ia menargetkan kisaran 5,8 % hingga 6,5 % pada tahun 2027. Sedangkan nilai tukar rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp 16.800–17.500 per dolar AS.
“Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS berada pada rentang Rp 16.800 sampai Rp 17.500. Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia,” ucap Prabowo.
Berikut adalah ringkasan KEM‑PPKF 2027:
- Pertumbuhan ekonomi 5,8 %–6,5 %
- Inflasi 1,5 %–3,5 %
- Nilai tukar rupiah Rp 16.800–17.500/US$
- Tingkat bunga SUN 10 tahun 6,5 %–7,3 %
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$ 70–95 per barel
- Lifting minyak bumi 602.000–615.000 barel per hari
- Lifting gas bumi 934.000–977.000 barel setara minyak per hari
Dengan target-target tersebut, Prabowo berharap dapat menciptakan kondisi makroekonomi yang stabil dan mendukung pertumbuhan investasi di pasar modal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
