Prabowo Subianto Kunjungi Korea, Terima Grand Order Mugunghwa
Gambar atau konten salah?
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Korea Selatan pada 31 Maret 2026. Ia disambut di Blue House, kediaman resmi Presiden Korea, dengan keramaian yang meriah. Para warga diaspora yang tinggal di Indonesia berbaris rapi di sisi karpet merah, menandai kehadiran pemimpin negara mereka.
Di pagi hari Rabu, Prabowo bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Kedua pemimpin terlihat saling berpelukan hangat, menandakan kedekatan personal yang kuat. Pertemuan ini diharapkan memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.
Salah satu momen penting dalam kunjungan ini adalah pemberian penghargaan tertinggi Korea, Grand Order of Mugunghwa, kepada Presiden Prabowo. Penghargaan ini menandai pengakuan atas kerja sama strategis yang telah dibangun antara Indonesia dan Korea Selatan.
Selain diskusi politik, acara juga menampilkan jamuan makan istimewa. Menu yang disiapkan khusus untuk Presiden Prabowo mencerminkan keanekaragaman kuliner Korea dan Indonesia, sekaligus memperhatikan unsur halal. Berikut beberapa hidangan yang menjadi andalan:
- Saenhaejinmi 5‑Piece Cold Appetizer – hidangan pembuka yang terinspirasi dari gado‑gado khas Indonesia.
- Ikan kakap dari laut Jeju, disajikan bersama sambal, tumis kangkung, abalon panggang dengan soy sauce, dan daging tanderloin halal.
- Nasi putih beras Icheon, berteknologi tinggi, dicampur dengan kacang‑kacangan atau pendamping lain.
- Sup pasta kedelai dengan kucai.
- Penutup berupa buah‑buah musiman Korea, puding susu manis, bola‑bola ketan, dan kopi Mandheling Indonesia.
Menu tidak mengandung daging babi, alkohol, atau bahan non‑halal lainnya. Untuk menghindari minuman bersulang tradisional, sampanye digantikan dengan jus apel. Semua hidangan dimasak langsung oleh chef terpilih, yaitu Chef Son Jongwon dan Chef Edward Kwon, yang berpartisipasi dalam kunjungan kenegaraan tersebut.
Peristiwa ini juga menampilkan tamu spesial, seperti idol asal Indonesia yang berkarir di Korea Selatan, Nursanti, dan nama lain yang belum disebutkan secara lengkap. Kehadiran mereka menambah nuansa internasional pada acara tersebut.
Acara jamuan ini tidak hanya sekadar makan bersama, melainkan juga simbol persahabatan dan kerja sama yang lebih dalam. Penyajian menu halal menunjukkan keseriusan Korea Selatan dalam menghormati kebiasaan dan kepercayaan negara tamu.
Setelah makan, kedua presiden berpartisipasi dalam sesi toast, di mana jus apel menggantikan sampanye. Momen tersebut menegaskan bahwa meski perbedaan budaya dan kebiasaan ada, kerja sama tetap dapat berjalan lancar dengan saling menghargai.
Secara keseluruhan, kunjungan kerja Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada 31 Maret 2026 menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral. Dari sambutan hangat, penghargaan tertinggi, hingga jamuan makan yang memperhatikan unsur halal, semua elemen menunjukkan keseriusan kedua negara dalam menjalin kerja sama yang saling menguntungkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
