Prabowo Tegaskan Ketahanan Pangan di Panen Jagung Tuban
Gambar atau konten salah?
Acara panen raya jagung di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi ajang bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan pidato tentang ketahanan pangan nasional. Di tengah sambutannya, ia menambahkan candaan ringan saat menyapa pejabat setempat.
Ia memulai dengan menyapa Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky dan mengucapkan, Bupati Tuban, Saudara Aditya Halindra Faridzky. Hadirin menanggapi dengan tepuk tangan riuh. Kemudian, Prabowo memotong kalimatnya sendiri untuk melempar kelakar: Aditya Halindra… bukan Partai Gerindra, bukan? Lalu tawa mengalir dari semua tamu.
Tidak berhenti di situ, ia menambahkan, Halindra, Gerindra… nama agak mirip. Gelak tawa dan tepuk tangan kembali memeriahkan suasana.
Sebelum candaan, Prabowo berbicara serius tentang pentingnya ketahanan pangan. Ia menegaskan bahwa negara tidak akan bertahan tanpa produksi pangan yang aman, lancar, dan berkesinambungan.
Ia juga menegaskan bahwa semua partai politik pada dasarnya memiliki tujuan baik. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana setiap kader mampu bekerja dan membawa manfaat bagi masyarakat saat menjalankan pemerintahan.
Prabowo menyatakan setiap partai pasti memiliki sisi baik dan kurang baik. Karena itu, semua pihak harus bersama-sama memperbesar hal positif demi kepentingan rakyat serta meminimalkan hal-hal yang tidak baik dalam kehidupan bernegara.
Acara panen raya jagung di Tuban menjadi ajang bagi Presiden untuk menggabungkan pesan serius tentang ketahanan pangan dengan humor yang menghangatkan suasana. Keterlibatan pejabat lokal menegaskan pentingnya kerja sama lintas partai demi kesejahteraan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
