Prabowo Tegaskan MBG Hanya Untuk Anak Butuh, Bukan Kaya
Gambar atau konten salah?
Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menyoroti fakta bahwa masih ada sekolah yang memilih tidak menerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, sekolah-sekolah tersebut biasanya berada di kalangan orang kaya. Ia menegaskan bahwa perhatian utamanya adalah kepada anak-anak yang membutuhkan, agar mereka menjadi lebih pintar dan sehat di masa depan.
“Yang tidak perlu, nggak papa. Iya kan? Kalau anak-anak orang kaya, nggak perlu (MBG) nggak papa. Bener? Nggak dipaksa,” ucap Prabowo saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih, Leato Selatan, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 11 Mei 2026.
“Tapi, kita ingin anak-anak kita kuat. Kita ingin anak-anak kita semangat, kita ingin anak-anak kita pintar, kita ingin anak-anak rajin belajar, betul?” sambung Prabowo. Masyarakat di sana menyambut dengan senang.
Pemerintah punya target besar untuk memberikan MBG kepada 82,9 juta penerima manfaat mulai dari anak sekolah, ibu hamil, hingga balita. Sejauh ini sudah sekitar 60 juta penerima manfaat yang menerima makan siang gratis setiap hari.
Prabowo juga meminta kepada timnya untuk mencatat sekolah-sekolah mana di Leato Selatan, Gorontalo yang masih belum mendapatkan MBG. “Iya nanti yang belum dicatat ya, segera kita, pokoknya tahun ini semua sekolah yang merasa perlu akan kami berikan MBG. Semuanya,” tegasnya.
Dengan langkah ini, pemerintah berusaha memperluas jangkauan program MBG, memastikan anak-anak dari semua latar belakang mendapat nutrisi yang cukup, sekaligus menegaskan komitmen terhadap pendidikan dan kesehatan anak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
