Prabowo Tunjuk Agustina Arumsari & Trenggono Jadi Wakil BGN
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo menugaskan Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.
Penunjukan ini diharapkan memperkuat tata kelola BGN, khususnya pengawasan dan akuntabilitas keuangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN bertugas mengkoordinasi kebijakan gizi di tingkat nasional, sementara MBG menyediakan makanan bergizi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Agustina Arumsari sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di bawah Muḥammad Yūsuf Ateh, kepala BPKP. Ia ditunjuk oleh Presiden Prabowo pada 19 Februari 2025. Sebelum itu, Agustina memulai kariernya sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat.
Di BPKP, Agustina pernah menjadi Direktur Investigasi Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah pada 2017, Direktur Investigasi III pada 2019, dan Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi pada 2020. Pengalaman ini menambah keahliannya dalam audit dan investigasi.
Agustina menempuh pendidikan Diploma Tiga (D3) di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), lulus 1992, lalu melanjutkan Diploma Empat (D4) di STAN, selesai 1998. Ia memperoleh gelar Magister Hukum (M.H.) dari Universitas Indonesia pada 2014. Sertifikasi yang dimilikinya meliputi CFE, CFrA, CA, QIA, CGCAE, CIAE, CRP, CREL, CGRE, dan FRMP.
Mayjen TNI Trenggono lahir pada 21 November 1969 dan menempuh pendidikan di Akademi Militer dengan cabang Infanteri atau Kopassus, lulus 1993. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Umum Akademi Militer pada 2023-2024 sebelum pindah ke Lembaga Pengembangan dan Penelitian Angkatan Darat (Seskoad) di Jakarta.
Di Jakarta, Trenggono menjadi Direktur Pengkajian dan Pengembangan Seskoad pada 2024-2025. Ia juga pernah menjadi Staf Khusus Panglima TNI pada 2025. Selain itu, ia menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, perusahaan yang aktif mengawal program nasional seperti Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.
Dengan latar belakang Agustina dalam audit dan investigasi serta Trenggono dalam manajemen dan pengembangan kebijakan, kedua nama ini diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam pengelolaan BGN. Fokus utama adalah memastikan program MBG berjalan transparan dan akuntabel.
Perubahan ini menandai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sistem gizi nasional. Dengan pengalaman luas kedua pejabat, BGN diperkirakan akan meningkatkan efektivitas program dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan gizi di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
