Prabowo Turunkan Suku Bunga Kredit Mikro di Bawah 9%

Ika P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
Prabowo Turunkan Suku Bunga Kredit Mikro di Bawah 9%

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sedang berdiskusi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tentang cara menurunkan suku bunga kredit. Langkah ini diambil setelah Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar bunga kredit ultra mikro turun di bawah 9%, menurunkan tingkat awal yang mencapai 24%.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengakui bahwa kredit super mikro, seperti yang disediakan oleh Permodalan Nasional Madani (PNM), biasanya mematok bunga di kisaran 20‑25%. Ia menjelaskan bahwa kelompok usaha yang tidak memiliki akses ke bank—yang disebut unbankable—dan belum layak secara bisnis—unfeasible—dapat menjadi nasabah PNM melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Sekitar 15 juta ibu-ibu di Indonesia mengandalkan modal usahanya pada program tersebut.

“Beberapa waktu yang lalu Pak Presiden telah memberikan instruksi kepada kami untuk menurunkan suku bunga pinjaman kepada ibu‑ibu PNM yang selama ini kurang lebih di angka 25%, 20‑25%. Perintah Pak Presiden untuk menurunkan sampai di angka di bawah 10%,” ujar Maman dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta Pusat, Senin 18 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa pihaknya kini berkoordinasi dengan Danantara untuk menyiapkan formula penurunan bunga kredit.

“Pak Presiden sudah memberikan instruksi untuk menurunkan bunga pinjamannya dari 25% menjadi di bawah 10%. Sekarang, nanti kami di Kementerian UMKM bersama-sama dengan Danantara sedang menyiapkan format formulasinya,” tambah Maman.

Keputusan ini sudah diputuskan oleh Presiden Prabowo Subianto setelah bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan CEO BPI Danantara Rosan Roeslani. Pada pertemuan tersebut, Prabowo menyoroti masalah kredit super mikro, khususnya PNM Mekaar, yang menuntut bunga tinggi. Pinjaman mikro dengan jumlah di bawah Rp10 juta dikenakan bunga sampai 24%, sementara pinjaman bagi pengusaha besar di bank hanya 9‑10%.

Prabowo mengungkapkan ketidakpuasan terhadap ketidaksetaraan suku bunga. “Padahal pengusaha besar kalau ke bank dapat 9‑10% aja, orang kaya dikasih 9%, orang miskin dikasih 24%, ini negara Pancasila apa ya? Saya nggak paham gitu,” seru Prabowo di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu 13 Mei 2026.

Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan langkah politik penting untuk menekan kredit usaha mikro menjadi di bawah 9%. “Ini keputusan politik. Saya sudah ambil, bahwa bunga untuk kredit madani untuk kredit prasejahtera dari 24% kita turunkan di bawah 10%, di bawah 9%,” jelas Prabowo.

Konsep menurunkan suku bunga ini bertujuan memberi beban lebih ringan bagi para ibu‑ibu mikro yang telah menjadi bagian penting dalam perekonomian. Dengan menurunkan bunga, diharapkan lebih banyak usaha kecil dapat memperoleh modal, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat lapisan ekonomi mikro di Indonesia. Penyesuaian suku bunga ini juga mencerminkan upaya pemerintah untuk menyeimbangkan akses kredit antara pelaku usaha besar dan kecil, serta mengurangi ketimpangan dalam sistem keuangan.

suku bunga kreditUMKMPNMMekaarPrabowo SubiantoBPI Danantarakredit super mikro

Komentar

Memuat komentar...