Precommitment: Cara Mudah Hindari Makanan Tidak Sehat Saat Stres

Cahyo S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 71 dibaca
Bisik.id
Precommitment: Cara Mudah Hindari Makanan Tidak Sehat Saat Stres

Gambar atau konten salah?

Stres sering membuat orang cenderung memilih makanan manis atau junk food. Namun, seorang ahli gizi menegaskan ada strategi sederhana yang dapat membantu menjaga pola makan tetap sehat saat kondisi tersebut.

Penelitian terbaru, yang dipublikasikan di jurnal Psychoneuroendocrinology, meneliti bagaimana stres memengaruhi pilihan makanan. 29 mahasiswa menjadi subjek, mengikuti dua sesi eksperimen dengan jarak sekitar 16 hari.

Di awal penelitian, setiap peserta diminta menilai 285 jenis makanan berdasarkan tiga kriteria: tingkat kesehatan, rasa, dan daya tarik. Peneliti juga mengumpulkan data tentang kebiasaan makan, kontrol pola makan, dan kecenderungan impulsif.

Dari data tersebut, peneliti menyusun 96 pasangan makanan bagi tiap peserta. Setiap pasangan terdiri dari satu makanan yang lebih sehat namun kurang enak, dan satu makanan yang lebih enak namun kurang sehat.

Selanjutnya, peserta menjalani dua eksperimen berbeda untuk mensimulasikan kondisi santai dan stres. Pada kondisi santai, peserta merendam tangan di air hangat sambil menghitung tanpa tekanan. Sedangkan pada kondisi stres, peserta bergantian merendam tangan di air dingin dan mengerjakan tes matematika di bawah tekanan.

Hasilnya menunjukkan bahwa peserta lebih sering memilih makanan yang dianggap lezat meski kurang sehat. Tendensi ini semakin kuat ketika mereka berada dalam kondisi stres.

Namun, ketika peserta diberi kesempatan untuk menghilangkan pilihan makanan kurang sehat sejak awal menggunakan konsep precommitment, pengaruh stres terhadap pilihan makanan menjadi lebih kecil. Strategi ini dianggap cukup efektif untuk mencegah orang makan tidak sehat saat stres.

Precommitment berarti membuat keputusan soal makanan sebelum rasa lapar atau stres muncul. Contohnya, tidak membeli kue atau camilan manis saat berbelanja sehingga tidak tersedia di rumah ketika keinginan ngemil datang.

Dalam pola makan, precommitment bisa berarti membuat keputusan makanan sebelum stres, lapar, atau craving muncul,” jelas Keri Gans, ahli gizi sekaligus penulis The Small Change Diet.

Dalam pola makan, precommitment bisa berarti membuat keputusan makanan sebelum stres, lapar, atau craving muncul,” tambah Gans, menegaskan pentingnya keputusan sebelumnya.

Jessica Cording, ahli gizi lain, mengatakan strategi ini membantu mengurangi decision fatigue atau kelelahan dalam mengambil keputusan saat seseorang sedang sibuk atau stres.

Meski begitu, Cording mengingatkan agar tetap realistis dalam memilih makanan sehat. Menurutnya, banyak orang memilih makanan yang dianggap sehat tetapi sebenarnya tidak mereka sukai sehingga lebih sulit dijalani dalam jangka panjang.

Temuan ini penting untuk membantu menciptakan strategi makan sehat, terutama di lingkungan yang memicu stres. Dengan menerapkan precommitment, individu dapat mengurangi kebiasaan memilih makanan tinggi gula, lemak, atau kalori ketika sedang tertekan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti bahwa keputusan makanan yang dibuat sebelum stres muncul dapat memengaruhi kebiasaan makan jangka panjang. Mengadopsi pendekatan precommitment dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga pola makan tetap sehat di tengah tekanan hidup sehari‑hari.

stresprecommitmentpola makan sehatmakanan manispenelitiankeputusan makanankecenderungan impulsif

Komentar

Memuat komentar...