Presiden Prabowo Beli Sapi Kurban Kang Jo 1,144 Ton
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban dari peternak generasi Z bernama Raihan, warga Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang. Transaksi ini berlangsung pada 23 Mei 2026.
Sapi yang dipilih berjenis simental dan diberi nama Kang Jo. Beratnya mencapai 1,144 ton dan berusia 3 tahun 7 bulan. Harga jualnya Rp120 juta.
Raihan telah memelihara Kang Jo selama 2,5 tahun. Selama periode itu, sapi tersebut menerima perawatan khusus: pakan hijauan, comboran setiap pagi dan sore, serta mandi rutin.
“Sapi kurban yang dibeli Presiden Prabowo ini jenisnya simental dengan berat 1,144 ton. Sapi ini dibeli seharga Rp120 juta,” ujar peternak sapi Raihan kepada 23 Mei 2026.
Raihan mengaku senang dan bangga karena sapi miliknya dibeli oleh Presiden Republik Indonesia. Ia menyatakan, “Perasaannya senang dan bangga sapi saya dibeli oleh Presiden Prabowo. Sehingga ini menjadi motivasi saya untuk memelihara sapi dengan kualitas yang baik.”
Kang Jo terpilih menjadi sapi kurban Presiden setelah melalui seleksi ketat oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang. Saat ini, sapi tersebut masih menjalani perawatan khusus di kandang milik Raihan.
Rencana selanjutnya adalah sapi tersebut akan dikurbankan oleh Presiden Prabowo di Masjid Agung Anas Mahfudz pada Hari Raya Idul Adha mendatang.
Transaksi ini menyoroti hubungan antara pemimpin negara dengan petani lokal, serta pentingnya perawatan hewan dalam tradisi kurban. Sapi Kang Jo menjadi contoh nyata bagaimana kualitas dan dedikasi peternak dapat dihargai di tingkat nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
