Presiden Resmikan KDMP: 85 Unit Blitar, 205 Unit Kabupaten
Gambar atau konten salah?
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menandatangani peresmian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) secara bersamaan di Nganjuk pada hari Sabtu, 16 Mei 2026. Pada saat yang sama, 85 KDMP di wilayah Blitar Raya juga resmi dibuka.
Di Kabupaten dan Kota Blitar, sudah terpasang 205 unit KDMP. Angka ini dianggap paling tinggi di tingkat nasional, dan pembangunan di wilayah tersebut dinilai paling cepat.
Letkol Inf Virlani Arudyawan, Komandan Kodim 0808/Blitar, mengungkapkan: “Secara pencapaian, Blitar ini menjadi tolak ukur nasional bahwa pembangunan KDKMP saat ini menjadi yang tertinggi. Sekarang jumlahnya sudah 205 titik, ini paling banyak dan paling cepat pembangunannya,” dia menambahkan.
Ia juga menyebutkan bahwa total KDMP yang akan dibangun mencapai 260 unit. Dari jumlah tersebut, 55 unit masih dalam proses perencanaan dan pembangunan. Pembangunan ini diharapkan selesai pada Juli 2026. Saat ini, 85 unit sudah siap beroperasi.
“Untuk sisanya ditargetkan awal Juli, mungkin kalau sudah 100 persen bisa diresmikan oleh Bapak Presiden,” jelas Virlani.
Menjawab pertanyaan tentang penggunaan lahan sekolah, Virlani menjelaskan: “Kalau keterkaitan tersebut, kami tidak tahu karena kami mendapatkan surat hasil musdes (musyawarah desa). Kalaupun dipindahkan itu bisa, tergantung dengan hasil musdes lagi dan diserahkan kepada kami,” ia bilang.
Bupati Blitar, Rijanto, menyatakan akan segera menindaklanjuti arahan Presiden setelah peresmian. Ia menekankan pentingnya memacu ekonomi masyarakat di sekitar KDMP.
“Tentu kami akan segera memanggil stakeholder dan seluruh pimpinan KDMP untuk segera bergerak, sesuai arahan presiden,” ujar Rijanto.
KDMP, singkatan dari Koperasi Desa Merah Putih, merupakan koperasi yang didirikan untuk memperkuat ekonomi desa. Dengan jumlah unit yang terus bertambah, pemerintah menegaskan komitmen untuk memperluas jaringan koperasi ini.
Peresmian ini menandai tonggak penting dalam pengembangan koperasi di Indonesia, namun fokus utama tetap pada penyelesaian tepat waktu dan partisipasi aktif masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
