Pria di Ciamis Digigit Usaat Beri Makan Ayam
Gambar atau konten salah?
Seorang pria bernama Tayo (60) harus dilarikan ke rumah sakit setelah dipatuk ular hitam. Peristiwa ini terjadi saat ia sedang memberi makan ayam di kandangnya. Tayo tinggal di Dusun Sindanggirang, Desa Cipaku, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis.
Kejadian berlangsung pada Selasa, 07 Juli 2026, sekitar siang hari. Tayo tengah sibuk memberi pakan ayam. Di sela-sela kegiatannya, ia melihat seekor ular hitam berada di sarang ayam. Ular itu diduga ingin memakan telur ayam.
Tanpa pikir panjang, Tayo berusaha menangkap ular tersebut. Ia menggunakan sarung plastik sebagai alat. Namun, usahanya gagal. Ular itu justru lepas dan mematuk tangan Tayo.
Akibatnya, tangan korban langsung membengkak dan berubah warna menjadi kebiruan. Keluarga panik melihat kondisi tersebut. Tayo kemudian dilarikan ke Puskesmas Cipaku untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Suherlin, Sekretaris Desa Cipaku, membenarkan kejadian ini. Ia menjelaskan kronologi lengkapnya. "Korban saat itu sedang memberi pakan ayam, lalu melihat ada ular hitam di sarang ayam. Diduga ular itu hendak memakan telur, sehingga korban berinisiatif menangkapnya. Tapi ular tersebut malah menggigit tangan korban," kata Suherlin pada Kamis, 09 Juli 2026.
Setelah digigit, tangan Tayo langsung membengkak. Keluarga panik dan segera membawanya ke Puskesmas Cipaku. Namun, kondisi tangan korban terus memburuk. Bengkak semakin parah dan warna kulit berubah menjadi kebiruan. Dokter di puskesmas mencurigai racun ular sudah mulai menyebar. Tayo akhirnya dirujuk ke RSUD Ciamis untuk perawatan lebih lanjut.
"Korban sempat dibawa ke Puskesmas Cipaku. Tapi karena tangannya sudah membengkak dan membiru, diduga akibat bisa ular yang mulai menyebar, akhirnya dirujuk ke RSUD Ciamis untuk penanganan lebih lanjut," kata Suherlin, Sekretaris Desa Cipaku.
Ular yang mematuk Tayo berwarna hitam. Warga setempat menduga ular itu adalah jenis kobra. Namun, Suherlin mengatakan jenis ular tersebut belum bisa dipastikan secara resmi.
Suherlin memberikan imbauan kepada masyarakat. Jika ada yang digigit ular berbisa, jangan panik. Langkah terbaik adalah segera membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Sebelum sampai di rumah sakit, bagian tubuh yang tergigit sebaiknya tidak banyak digerakkan. Tujuannya agar racun tidak cepat menyebar ke seluruh tubuh.
"Kalau ada yang digigit ular berbisa, sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Sebelum itu, bagian tubuh yang tergigit diusahakan tidak banyak bergerak atau dilakukan imobilisasi agar racun tidak cepat menyebar," jelas Suherlin.
Setelah kejadian, Tayo sempat dibawa ke Puskesmas Cipaku. Namun, karena tangannya terus membengkak dan mulai membiru, ia dirujuk ke RSUD Ciamis. Dokter mencurigai racun ular sudah menyebar. Tayo menjalani perawatan di rumah sakit selama satu hari.
Ojo Sutarjo, tetangga korban, mengatakan kondisi Tayo kini sudah membaik. Ia sudah diperbolehkan pulang dan sedang beristirahat di rumah. "Iya benar, kemarin dipatuk ular. Tapi alhamdulillah sekarang sudah pulang dan beristirahat di rumah," ujar Ojo pada Kamis, 09 Juli 2026.
Ular yang mematuk Tayo berwarna hitam. Warga menduga ular itu adalah jenis kobra. Namun, jenis pastinya belum bisa dipastikan. Suherlin mengimbau masyarakat agar tidak panik jika mengalami kejadian serupa. Korban gigitan ular berbisa sebaiknya segera mendapatkan penanganan medis. Sebelum sampai di rumah sakit, bagian tubuh yang tergigit diusahakan untuk tidak banyak bergerak. Ini penting agar racun tidak cepat menyebar ke seluruh tubuh.
Kejadian ini bermula saat Tayo melihat seekor ular hitam di sarang ayam. Ular itu diduga hendak memangsa telur. Tayo berusaha menangkapnya menggunakan sarung plastik. Namun, ular itu justru lepas dan mematuk tangannya. Tangan korban langsung membengkak dan membiru. Keluarga panik dan membawanya ke Puskesmas Cipaku. Karena kondisinya tidak membaik, Tayo dirujuk ke RSUD Ciamis. Setelah menjalani perawatan selama sehari, ia diperbolehkan pulang. Ojo Sutarjo, tetangga korban, mengatakan Tayo kini sudah beristirahat di rumah dan kondisinya membaik.
Suherlin mengimbau masyarakat agar tidak panik jika mengalami kejadian serupa. Korban gigitan ular berbisa sebaiknya segera mendapatkan penanganan medis. Sebelum sampai di rumah sakit, bagian tubuh yang tergigit diupayakan untuk tidak banyak bergerak. Ini penting agar racun tidak cepat menyebar ke seluruh tubuh.
Ular yang mematuk Tayo berwarna hitam. Warga menduga ular itu adalah jenis kobra. Namun, jenis pastinya belum bisa dipastikan. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa ular berbisa bisa muncul di sekitar pemukiman, terutama di kandang hewan. Penanganan cepat dan tepat sangat penting untuk menyelamatkan korban gigitan ular.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Perbaikan Jembatan Bodogol Dimulai Agustus, Warga Cari Jalur Alternatif
80 Siswa Bandung Didiskualifikasi dari SPMB karena Dokumen Palsu
Ridwan Kamil Daftarkan Arkana, Atalia Hormati Hukum
Wali Kota Ancam Pecat Kepala Faskes yang Tolak Pasien
Ridwan Kamil Urus Status Anak Angkat di PA Bandung
Ridwan Kamil Ajukan Adopsi Arkana Pasca Cerai
Berita Terbaru
Pria di Ciamis Digigit Usaat Beri Makan Ayam
Perpustakaan Menur Surabaya Buka Sampai Malam
5 Minuman Sehat Pengganti Soda
Senator Paraguay Ancam Mbappe: 'Kami Pernah Penjara Ronaldinho'
Marquez Akui Fisik Belum Pulih Jelang MotoGP Jerman
Galaxy Z Fold8 Dikonfirmasi Pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5
Beasiswa Garuda 2026: 390 Pelajar Pilih, Magang Diakui Kredit
Pelabuhan Patimban Kurangi Beban Tanjung Priok
