Perbaikan Jembatan Bodogol Dimulai Agustus, Warga Cari Jalur Alternatif

Guntur P. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Perbaikan Jembatan Bodogol Dimulai Agustus, Warga Cari Jalur Alternatif

Gambar atau konten salah?

Pemerintah memastikan perbaikan Jembatan Bodogol, yang menghubungkan Kabupaten Bandung dan Kota Bandung, akan segera dimulai. Proyek ini dijadwalkan berlangsung selama 60 hari ke depan. Selama masa perbaikan, warga diminta mencari jalan alternatif.

Jembatan ini terletak tepat di KM 146+400 Ruas Tol Padaleunyi. Fungsinya vital sebagai penghubung antara Desa Buah Batu di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, dengan Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. Tanpa jembatan ini, mobilitas warga di dua wilayah tersebut akan terhambat.

Kepastian perbaikan muncul setelah PT Jasa Marga menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak. Pertemuan itu dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Kabupaten Bandung. Hasilnya, pekerjaan direncanakan mulai awal Agustus.

"Nah, dan dari hasil rapat itu direncanakan awal Agustus mulai pekerjaan (perbaikan)," ujar Camat Bojongsoang, Kankan Taufik Barnawan, Kamis 9 Juli 2026.

Sebelumnya, kondisi jembatan sempat viral di media sosial karena terlihat retak. Namun, Kankan menjelaskan, berdasarkan kajian teknis, retakan itu tidak mengganggu struktur utama jembatan. Struktur jembatan dinyatakan masih aman.

"Nah, kalau strukturnya (jembatan) itu masih aman. Sehingga tidak diperbaiki untuk jembatannya," katanya.

Fokus perbaikan justru akan dilakukan pada bagian oprit jembatan dari kedua arah. Oprit adalah bagian akses masuk atau jalan pendekat menuju jembatan. Di bagian inilah sering terjadi pergeseran tanah yang membahayakan.

"Jadi yang diperbaiki akses masuk ke jembatan (oprit). Kan kelihatannya itu tanjakan dan terlalu curam ya, kemudian terjadi pergeseran terus atau amblas lah. Kalau untuk struktur jembatannya sendiri itu tidak ada pelebaran, tidak ada untuk jembatannya," jelas Kankan.

Kondisi elevasi yang curam menyulitkan pengendara. Banyak kendaraan, terutama yang bermesin kecil, kesulitan menanjak. Situasi ini sering memicu kecelakaan.

"Nah, kemudian kan berdasarkan data itu kan pernah terjadi kecelakaan juga ya karena terlalu nanjak. Jadi mobil mundur lagi, sehingga menimbulkan korban jiwa. Jadi diperbaiki elevasinya dan dari segi keselamatan kan harus diutamakan ya," kata Kankan.

Proses perbaikan dijadwalkan mulai 3 Agustus hingga 5 Oktober 2026. Seluruh pengerjaan dilakukan sepenuhnya oleh PT Jasa Marga. Selama kurang lebih 60 hari, jembatan akan ditutup total untuk kendaraan.

"Selama pekerjaan hampir sekitar 60 hari itu otomatis harus ditutup total (jembatannya)," ungkapnya.

Kankan meminta warga bersabar. Ia menekankan perbaikan ini demi keselamatan dan kebaikan bersama dalam jangka panjang. Warga diminta memilih jalur alternatif selama dua bulan ke depan.

"Jadi bagi warga yang kerap melintas jalan tersebut untuk bisa bersabar dan memilih jalur alternatif. Kita berharap ya mau enggak mau, suka enggak suka ya mungkin harus bersabar dulu. Ya warga selama 2 bulan ya, ini kebaikan bersama," bebernya.

PT Jasa Marga juga akan turun ke desa-desa untuk sosialisasi langsung. Hasil rapat sebelumnya menyepakati hal itu. Akan ada pembahasan simulasi kemacetan dan sosialisasi lanjutan dari pihak Jasa Marga.

"Nanti juga dari Jasa Marga juga akan turun ke desa juga untuk melakukan sosialisasi secara langsung kemarin hasil rapatnya itu. Kemudian adanya pembahasan simulasi kemacetan nanti akan ada sosialisasi lanjutan dari pihak Jasa Marga," tambahnya.

Bagi masyarakat yang biasa melintas, tersedia beberapa rute alternatif. Pengendara dari arah Kabupaten Bandung bisa melalui Jalan Cikoneng menuju kantor Kecamatan dan Jalan Raya Bojongsoang. Atau bisa masuk ke Ciganitri, kemudian tembus ke warung Bandrek, lalu masuk ke Buah Batu. Sementara dari arah Gedebage Kota Bandung, bisa melalui Sapan.

"Atau mungkin bisa masuk juga ke Ciganitri. Nanti dari Ciganitri nanti tembus ke warung Bandrek, kemudian masuk ke Buah Batu. Kalau dari arah Gedebage Kota Bandung mungkin melalui Sapan," pungkasnya.

Sebelumnya, jembatan penghubung Kota Bandung dan Kabupaten Bandung di atas Jalan Tol Padaleunyi ini sempat dikeluhkan warga karena retak. Kerusakan itu memicu kekhawatiran akan potensi jembatan ambruk. Jembatan ini merupakan akses utama Jalan Rancaoray, Desa Buah Batu, menuju Kecamatan Rancasari. Mobilitas warga di jalur ini sangat tinggi.

Area retak terpantau berada di bagian tiang penyangga jembatan di atas Jalan Tol Purbaleunyi. Keretakan terlihat jelas di sisi utara dan timur jembatan yang masuk wilayah Kabupaten Bandung. Celah retakan masih terbuka hingga beberapa sentimeter dan belum ada perbaikan permanen. Kondisi ini ramai diperbincangkan setelah videonya tersebar luas.

Salah seorang warga, Kalin (55), mengaku awalnya tidak sadar ada keretakan. Ia baru tahu setelah informasi itu viral di media sosial.

"Saya engga tahu jembatan ini retak, tahu-tahu pas viral di sosial media. Padahal yang saya tahu kondisi sebelumnya mah enggak retak," kata Kalin, Kamis 7 Mei 2026.

Perbaikan jembatan ini menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan pengguna jalan. Meski struktur utama jembatan dinyatakan aman, perbaikan pada bagian oprit yang curam dan rawan longsor dinilai mendesak. Selama proses pengerjaan, warga diimbau untuk bersabar dan menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan.

perbaikan jembatanJembatan Bodogoljalan alternatifoprit jembatanPT Jasa Margakeselamatansosialisasi

Komentar

Memuat komentar...