Senator Paraguay Ancam Mbappe: 'Kami Pernah Penjara Ronaldinho'
Gambar atau konten salah?
Seorang senator Paraguay, Celeste Amarilla, melontarkan ancaman balik kepada Kylian Mbappe. Ia meminta kapten Timnas Prancis itu untuk tidak meremehkan dirinya. Kontroversi ini bermula setelah pertandingan antara Prancis dan Paraguay di Piala Dunia 2026.
Amarilla sebelumnya mengunggah komentar bernada rasis kepada Mbappe. Pemain berusia 27 tahun itu mencetak gol kemenangan untuk Prancis atas Paraguay. Unggahan rasis dari Amarilla itu langsung mendapat respons keras. Bukan hanya dari Mbappe, tetapi juga dari klubnya, Real Madrid, dan pemerintah Prancis.
Mbappe bahkan mengatakan bahwa wanita berusia 61 tahun itu tidak layak menjadi senator. "Nyonya Celeste Amarilla, Anda adalah wanita yang hina dan tidak layak menduduki posisi Anda. Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah berjuang dengan semangat dan kehormatan sepanjang kompetisi," tulis Mbappe di X.
Amarilla, yang merupakan anggota Partai Liberal Radikal Autentik (PLRA), membalas komentar pedas Mbappe. Ia meminta pemain Prancis itu untuk tidak bermain-main dengan dirinya dan rakyat Paraguay. "Suruh dia membaca surat saya. Saya menuliskan buatnya dalam bahasa Prancis dan Spanyol, itu pun jika dia bisa membaca... Saya memintanya untuk berhati-hati dengan orang Paraguay," kata Amarilla, seperti dilansir dari Marca.
Ancaman Amarilla tidak berhenti di situ. "Jangan macam-macam dengan rakyat Paraguay, Mbappe. Kami sudah pernah mengirim Ronaldinho ke penjara di sini karena kasus korupsi. Dan jangan meremehkan saya," tegasnya. Ia juga menyebut bisa mengajukan tuntutan hukum terhadap Mbappe atas pernyataan yang dilontarkan sang pemain.
Ronaldinho, legenda Timnas Brasil, memang pernah ditangkap di Paraguay pada Maret 2020. Ia ditahan karena kasus penggunaan paspor palsu. Ronaldinho mendekam di penjara selama 32 hari sebelum dipindahkan menjadi tahanan rumah di Asuncion. Ia akhirnya bebas pada Agustus 2020 setelah membayar denda sebesar Rp 1,34 miliar.
Pertukaran pernyataan sengit ini menunjukkan ketegangan yang meluas dari lapangan hijau ke ranah politik. Seorang senator menggunakan kasus hukum seorang pesepakbola Brasil sebagai alat untuk mengancam pemain Prancis. Mbappe, yang dikenal vokal di luar lapangan, kini berhadapan langsung dengan seorang anggota parlemen negara lain.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Maroko Akui Prancis Favorit, Tapi Incar Kemenangan
Deschamps Tak Khawatir Wasit Argentina Pimpin Prancis vs Maroko
Prancis vs Maroko: Dendam Lama di Perempatfinal Piala Dunia
Guimaraes Minta Dilepas ke Arsenal
EFA Perpanjang Kontrak Hossam Hassan Empat Tahun
Odegaard Akui Norwegia Underdog, Tapi Siap Kejutkan Inggris
Berita Terbaru
Senator Paraguay Ancam Mbappe: 'Kami Pernah Penjara Ronaldinho'
Marquez Akui Fisik Belum Pulih Jelang MotoGP Jerman
Galaxy Z Fold8 Dikonfirmasi Pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5
Beasiswa Garuda 2026: 390 Pelajar Pilih, Magang Diakui Kredit
Pelabuhan Patimban Kurangi Beban Tanjung Priok
Wanita Rapi Buang Air Besar di Depan Ruko, Terekam CCTV
Polda Bali Aktifkan 91 Command Center Kawal Pertemuan Internasional
Banyuwangi Miliki Pusat Penetasan 20.000 Telur Penyu
BMKG: Puncak Kemarau 2026 Juli-September
