Pria India Ditemukan Punya Ginjal Ketiga Saat ISK

Ani R. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Pria India Ditemukan Punya Ginjal Ketiga Saat ISK

Gambar atau konten salah?

Seorang pria berusia 31 tahun di Wardha, India, harus menjalani perawatan karena infeksi saluran kemih (ISK) yang parah. Saat menjalani pemeriksaan, dokter menemukan kondisi tubuh yang tidak biasa: pasien tersebut memiliki ginjal tambahan.

Awalnya, pria itu datang dengan keluhan nyeri di sisi kanan punggung bawah yang sudah dirasakan selama lima hari. Gejala lain yang muncul termasuk sensasi terbakar saat buang air kecil dan demam tinggi mencapai lebih dari 39 derajat Celsius. Pemeriksaan fisik menunjukkan area kanan perutnya terasa sakit saat disentuh. Urin pasien terlihat keruh, namun tanda vital lainnya seperti detak jantung dan tekanan darah masih stabil.

Tes darah mengindikasikan tingginya kadar sel darah putih, tanda adanya perlawanan tubuh terhadap infeksi. Analisis urin mengidentifikasi bakteri Klebsiella pneumoniae, penyebab umum ISK, yang mengonfirmasi infeksi sedang aktif.

Pemeriksaan lebih lanjut menggunakan USG dan CT Scan memberikan temuan tak terduga. Dokter menemukan adanya ginjal ketiga, atau ginjal supernumerary, yang menyatu dengan ginjal kanan pasien. Struktur gabungan ini menyerupai bentuk tapal kuda.

Ginjal supernumerary adalah kelainan bawaan yang diperkirakan terjadi selama perkembangan janin akibat pembelahan sel abnormal pada tali pusar. Kondisi ini jarang menimbulkan masalah fungsi ginjal normal dan sering tidak terdeteksi. Namun, pada kasus ini, ginjal kiri dan kanan pasien mengalami pembengkakan serta penumpukan kalkulus atau kristal mineral.

Kristal keras ini terbentuk ketika urin menjadi terlalu pekat. Biasanya, kristal kecil ini bisa keluar saat buang air kecil. Jika menetap, kristal ini dapat memicu infeksi. Tanda infeksi yang lebih serius terlihat pada ginjal kiri, di mana terdapat penumpukan kalkulus pada ureter kiri—saluran penghubung ginjal ke kandung kemih.

Penanganan segera dilakukan. Dokter memasang stent, yaitu tabung plastik tipis, pada ureter kiri untuk memastikan aliran urine lancar. Pasien juga menerima antibiotik piperacillin dan tazobactam melalui infus tiga kali sehari, ditambah antibiotik levofloxacin setiap dua hari sekali.

Setelah 48 jam pengobatan intensif disertai asupan cairan yang cukup, kondisi pasien dilaporkan membaik. Ia diizinkan pulang dan dijadwalkan kontrol satu bulan kemudian untuk pelepasan stent serta penanganan lebih lanjut terhadap batu ginjal.

Pasien di Wardha didiagnosis menderita infeksi saluran kemih parah yang diperparah oleh penumpukan batu pada ginjalnya. Penemuan mengejutkan adalah adanya ginjal ketiga yang menyatu dengan ginjal kanan. Infeksi bakteri Klebsiella pneumoniae berhasil diidentifikasi, dan penanganan melibatkan pemasangan stent serta pemberian antibiotik intravena. Kondisi pasien membaik setelah dua hari perawatan.

Infeksi Saluran KemihGinjal TambahanGinjal SupernumeraryBatu GinjalKlebsiella pneumoniaeKelainan BawaanISK Parah

Komentar

Memuat komentar...