Probolinggo Luncurkan City Branding Bersolek 31 Maret
Gambar atau konten salah?
Probolinggo Kota Bersolek menjadi nama baru city branding yang resmi diluncurkan pada 31 Maret 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota, kepala OPD, pegiat media sosial, dan perwakilan masyarakat.
Peluncuran ini dimaksudkan sebagai upaya memperkuat identitas kota sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa berbagai program terus digulirkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan, serta kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, tren ekonomi Kota Probolinggo menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya terlihat dari peningkatan kredit perbankan yang mencapai sekitar 40 persen. Meski begitu, ia mengingatkan pentingnya pembinaan ekonomi agar pertumbuhan tetap sehat dan tidak memicu risiko kredit macet.
“Selama ini kita terus menggali potensi asli daerah (original). Kegiatan ekonomi, budaya, dan berbagai event kita dorong berbasis potensi lokal agar terus berkembang,” ujarnya. Ia juga menyebut hampir 40 persen dari sekitar 340 event pada 2025 terselenggara tanpa menggunakan APBD, melainkan melalui partisipasi masyarakat dan komunitas lokal.
Pemkot Probolinggo juga telah meluncurkan kalender event tahunan dengan target ratusan kegiatan setiap tahun untuk mendorong geliat ekonomi kreatif dan budaya. Di sektor pembangunan, pemerintah menerapkan sistem monitoring digital melalui dashboard kinerja OPD guna memastikan program berjalan sesuai target.
Sementara di bidang pendidikan, Pemkot fokus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui berbagai program, mulai dari penanganan anak putus sekolah, peningkatan akses pendidikan, hingga pemberian beasiswa bagi pelajar berprestasi dan penguatan pendidikan usia dini. Menurut Wali Kota, peningkatan kualitas pendidikan menjadi kunci percepatan peningkatan IPM di Kota Probolinggo.
City branding Bersolek merupakan akronim yang mencerminkan visi pembangunan kota, termasuk penguatan sektor kebersihan, kesehatan, dan ekonomi lokal. Di sektor lingkungan, Pemkot juga melakukan upaya pengurangan sampah plastik dan peningkatan kualitas air yang menunjukkan penurunan tingkat pencemaran.
Pj Sekda Kota Probolinggo, Rey Suwigyo, menambahkan pengembangan kawasan kota akan terus dilakukan, termasuk pembangunan jogging track, pusat kuliner, kawasan UMKM, hingga penataan pusat kota. Ia berharap, city branding ini mampu memperkuat identitas Kota Probolinggo sekaligus menarik wisatawan dan investor.
“City branding ini penting agar Kota Probolinggo memiliki identitas yang kuat sehingga orang tertarik untuk datang dan berinvestasi,” ujarnya. Pemkot berharap melalui program tersebut, pembangunan kota terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun provinsi.
Dengan peluncuran branding baru ini, Probolinggo menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan. Fokus pada kebersihan, kesehatan, dan ekonomi lokal diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan dan investor, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
