Program Ronda Digital Terintegrasi CCTV Tingkatkan Keamanan Kediri
Gambar atau konten salah?
Program Ronda Digital diluncurkan oleh Pemerintah Kota Kediri, Polres Kediri Kota, dan TNI. Tujuannya mencegah dan mengantisipasi gangguan keamanan di wilayah kota, khususnya di lingkungan pemukiman dan RT.
Acara berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Kota Kediri. Hadir di sana Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto, yang menekankan pentingnya kolaborasi aktif antara kepolisian dan masyarakat. Ia mengajak jajaran kepolisian daerah agar lebih sering hadir di tengah warga.
“Dalam tugas-tugas kepolisian secara preventif, kami berharap anggota di wilayah lebih banyak melakukan langkah nyata. Harus lebih sering berkolaborasi dan hadir di tengah masyarakat,” kata Karyoto.
Ia menegaskan, “Kehadiran polisi tidak cukup hanya sekadar terlihat, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, peran polisi harus terasa dalam aktivitas sehari-hari warga.”
“Bukan hanya muncul, tapi juga harus terlihat manfaatnya. Misalnya pagi membantu mengatur lalu lintas, siang hingga sore melakukan patroli, termasuk saat jam pulang kerja ikut menjaga keamanan,” tambahnya.
Karyoto juga menyoroti pentingnya sinergi tiga pilar di lingkungan: Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat kelurahan. Ia menilai kolaborasi tersebut harus terus diperkuat untuk mendeteksi dan menangani persoalan sosial sejak dini.
“Tiga pilar ini harus selalu bersama. Setiap masalah harus segera diidentifikasi, yang besar diperkecil, yang kecil dihilangkan. Pemerintah harus bersatu dengan masyarakat, akademisi, dan media. Peran media juga sangat penting,” jelasnya.
Ia menegaskan pesan kepada generasi muda, “Bangunlah kebanggaan terhadap daerah sendiri. Kalau punya kemampuan bela diri, gunakan untuk hal baik, bukan untuk menyakiti orang lain.”
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, memperkenalkan program Ronda Digital yang berbasis integrasi CCTV di tingkat kecamatan. Ia menjelaskan bahwa sistem ronda konvensional kini didukung teknologi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan lingkungan.
“Kalau dulu ronda dilakukan keliling kampung, sekarang kita dukung dengan teknologi. CCTV yang terintegrasi ini memudahkan pemantauan sekaligus mempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan,” ujarnya.
Hingga saat ini, sekitar 1.580 unit CCTV telah terpasang di wilayah Kecamatan Kota. Sistem ini sudah berjalan di 17 kelurahan, memungkinkan masyarakat memantau kondisi lingkungan secara real time dari rumah.
Program ini menandai langkah konkret pemerintah dan kepolisian dalam memanfaatkan teknologi untuk keamanan publik. Dengan sinergi antara aparat, masyarakat, dan media, diharapkan keamanan di Kota Kediri menjadi lebih terjaga dan transparan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
