PSOI Berterima Kasih Atas Anggaran Multiyears untuk Pelatnas
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) memberikan respons positif terhadap dukungan yang datang dari Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini juga didorong oleh inisiatif Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, yang mengusulkan kebijakan anggaran multiyears untuk program pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Skema pendanaan seperti ini dinilai sebagai langkah penting untuk membina atlet secara berkelanjutan, bukan hanya dalam waktu singkat.
Ketua Umum PSOI, Pandu Sjahrir, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan pemerintah. Ia menekankan bahwa pembinaan atlet membutuhkan proses yang terus-menerus. "Tentu PSOI sangat mengapresiasi langkah Presiden. Ini sangat baik dan penting bagi atlet, karena pembinaan dapat dilakukan secara berkesinambungan hingga mereka meraih prestasi. Ini merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi atlet, sekaligus untuk mencetak generasi atlet masa depan. Saya bangga dan tentunya berterima kasih atas dukungan ini," ujar Pandu dalam keterangan tertulis pada Minggu, 21 Juni 2026.
Menurut Pandu, keberhasilan program pembinaan tidak hanya bergantung pada anggaran. Ada faktor lain yang juga ikut menentukan. "Ini adalah langkah yang amat baik dan tentunya harus didukung dengan instruktur serta fasilitas yang bagus agar atlet dapat berkembang secara optimal," tambahnya. Ia menyebut bahwa ketersediaan fasilitas yang memadai dan instruktur yang berkualitas menjadi bagian penting dari proses ini.
Cabang olahraga selancar ombak, jelas Pandu, membutuhkan waktu pengembangan yang panjang. Atlet tidak bisa dibentuk dalam waktu singkat. Hal ini sudah terbukti dengan pencapaian PSOI yang berhasil mengirimkan atlet ke dua ajang Olimpiade berturut-turut. "Sebagai federasi, PSOI berhasil mengirimkan atlet ke dua Olimpiade berturut-turut, di Jepang dan Paris. Kami yakin dengan pembinaan jangka panjang, atlet selancar Indonesia akan terus meningkatkan performanya dan mampu bersaing di level dunia," jelasnya.
Ke depan, PSOI sudah menetapkan target yang jelas. Fokus utama mereka adalah mempersiapkan atlet untuk menghadapi beberapa agenda besar. Target jangka pendeknya adalah Asian Games 2026. Setelah itu, perhatian akan beralih ke Olimpiade Los Angeles 2028. "Dalam waktu dekat, fokus kami adalah Asian Games dan kemudian Olimpiade 2028. Target kami tentu menjadi yang terbaik, meraih medali. Untuk mencapai tujuan tersebut, para atlet harus mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan sebagai bagian dari proses pembinaan dan peningkatan prestasi," pungkas Pandu.
Dukungan anggaran multiyears ini menjadi fondasi yang memungkinkan atlet selancar Indonesia berlatih tanpa gangguan, dan terus berkembang hingga mampu bersaing di panggung internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bagnaia Jalani Operasi Lengan saat Libur MotoGP
BKB Rekrut Eks UFC, Incar Ekspansi ke Indonesia
Marc Marquez Yakin Motor 850cc Bisa Lebih Cepat di Sachsenring
Atlet Asian Games 2026 Tinggal di Kapal Pesiar
Veda Ega: Honda Unggul di Tikungan Cepat
Mario Aji dan Veda Ega Siap Balapan di MotoGP Mandalika
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
