PT Adhi Karya Tbk Raih Pendapatan Rp 1,7 Triliun Q1 2026

Wulan M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
PT Adhi Karya Tbk Raih Pendapatan Rp 1,7 Triliun Q1 2026

Gambar atau konten salah?

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melaporkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,7 triliun pada Triwulan I 2026. Pendapatan ini terbagi antara Joint Operation (JO) sebesar Rp 1,2 triliun dan Non Joint Operation (NJO) sebesar Rp 1,7 triliun. Kinerja ini menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu menghasilkan pendapatan yang signifikan di tengah kondisi industri konstruksi yang menantang.

Produksi total hingga akhir Triwulan I 2026 mencapai Rp 2,9 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari proyek infrastruktur, termasuk Jalan Tol Jogja Bawen Paket 1, Jalan Tol Solo Jogja 1.1, dan EPCC Jetty Propylene. Keberhasilan proyek-proyek ini menjadi dasar bagi pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Selain itu, ADHI berhasil memperoleh kontrak baru senilai Rp 4,72 triliun hingga akhir Triwulan I 2026. Pertumbuhan kontrak ini meningkat 131,5% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menegaskan konsistensi tren pertumbuhan positif di awal tahun.

Di sisi profitabilitas, perusahaan mencatat laba kotor sebesar Rp 553 miliar. EBITDA meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai Rp 464 Miliar. Pada tingkat bottom line, laba bersih mencapai Rp 154 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 317 juta. Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta mengungkapkan:

"Hal ini menunjukan pemulihan kinerja ADHI yang sudah kembali positif di triwulan I 2026 dari hasil fundamental business review yang telah dilakukan pada laporan audited tahun buku 2025,"

Ia menambahkan, "Ia mengatakan dari sisi profitabilitas, Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp 553 miliar. EBITDA Perseroan tercatat meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp 464 Miliar."

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa pada akhir Triwulan I 2026, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp 28,1 triliun, total liabilitas sebesar Rp 24,7 triliun, dan ekuitas sebesar Rp 3,5 triliun. Rasio Debt to Equity Ratio (DER) berbasis Interest Bearing Debt tercatat sebesar 2,4 kali, rasio EBITDA to Interest (TIE) tercatat sebesar 2,55 kali, dan Current Ratio tercatat sebesar 1,01 kali. Semua rasio tersebut telah memenuhi covenant Obligasi ADHI, menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan kepada para pemegang obligasi dan investor lainnya.

Di tengah tantangan industri, ADHI tetap fokus pada penguatan fundamental bisnis melalui penerapan operational excellence, pengelolaan cash flow yang disiplin, dan selektivitas dalam perolehan proyek baru. Perusahaan juga terus mendorong proyek-proyek dengan profil pembayaran dan margin yang sehat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

Dengan pertumbuhan pendapatan, kontrak baru, dan perbaikan profitabilitas, ADHI menunjukkan bahwa strategi fundamentalnya berhasil memulihkan kinerja positif di Triwulan I 2026. Kinerja keuangan yang kuat, rasio keuangan yang memenuhi covenant, dan fokus pada proyek-proyek bermargin sehat menegaskan posisi perusahaan sebagai pemain utama di sektor konstruksi Indonesia.

PT Adhi KaryaPendapatan Triwulan I 2026Proyek InfrastrukturKontrak BaruEBITDALaba BersihDebt to Equity Ratio

Komentar

Memuat komentar...