PTDI & BAT Tanda Tangan MoU Meningkatkan MRO Indonesia
Gambar atau konten salah?
Bandung – Pada hari ini, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Batam Aero Technic (BAT) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kegiatan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat udara. MoU tersebut ditandatangani di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nurtanio Lt. 9, PTDI Bandung, oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal, dan Direktur BAT, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi.
Kesepakatan ini menandai langkah awal kolaborasi antara dua perusahaan yang memiliki pengalaman luas di bidang perawatan dan perbaikan pesawat. Tujuannya adalah memanfaatkan sumber daya masing-masing untuk memenuhi kebutuhan MRO, sekaligus membuka peluang pertumbuhan pasar layanan purna jual pesawat udara yang terus berkembang.
PTDI, sebagai industri dirgantara nasional, memiliki kapabilitas yang mencakup rancang bangun, pengujian, produksi, hingga perawatan, perbaikan, dan modifikasi pesawat udara. PTDI juga berstatus Authorized Maintenance Organization (AMO), yang berarti perusahaan ini dapat menyediakan tenaga teknis, fasilitas perawatan, peralatan, dan berbagai sarana pendukung lainnya untuk kegiatan MRO.
Sementara itu, BAT memiliki sertifikasi dari otoritas penerbangan sipil Indonesia (DGCA) Nomor 145D-914, serta sejumlah sertifikasi lainnya dari luar negeri. Kapabilitas BAT meliputi perawatan dan perbaikan pesawat udara sesuai standar keselamatan dan kualitas yang berlaku. BAT juga telah dipercaya oleh berbagai operator sebagai mitra utama dalam perawatan armada secara menyeluruh.
“Kami meyakini bahwa sumber daya manusia merupakan elemen kunci dalam industri ini. Melalui kolaborasi dengan PTDI, kami melihat peluang besar untuk membangun SDM yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga memahami mekanisme impor dan ekspor, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk digitalisasi, artificial intellegence, hingga proses berbasis robotic. BAT juga siap menjadi mitra dalam menyerap lulusan-lulusan terbaik dari program pelatihan PTDI,” kata Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi.
PTDI memiliki Training Center yang telah tersertifikasi sebagai Authorized Maintenance Training Organization (AMTO). Di sana, perusahaan menyelenggarakan berbagai program pelatihan di bidang perawatan pesawat udara, termasuk rencana pelatihan basic certification. Dengan demikian, BAT berpotensi menjadi salah satu mitra industri yang dapat menyerap lulusan pelatihan tersebut.
“Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pemanfaatan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya PTDI untuk meningkatkan daya saing di sektor layanan purna jual. Kami melihat adanya potensi sinergi yang kuat, baik dari sisi kapabilitas teknis, pengembangan SDM, maupun peluang pasar yang dapat dikembangkan bersama,” ujarnya.
Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi industri dan membuka peluang ekonomi di masa depan. Dengan optimalisasi sumber daya dalam negeri, kebutuhan layanan MRO dapat dipenuhi secara lebih cepat dan kompetitif. Di sisi lain, sinergi ini membuka penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja nasional, serta penguatan rantai pasok industri dirgantara yang berdampak langsung pada pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Secara keseluruhan, kerja sama antara PTDI dan BAT menandai langkah strategis dalam memperkuat kapabilitas layanan MRO, memperluas jaringan pelatihan, dan meningkatkan daya saing di pasar layanan purna jual pesawat udara. Dengan dukungan sertifikasi dan pengalaman teknis masing-masing, kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi industri dirgantara nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
